Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemkab Sumenep Prioritaskan Perbaikan Rumah Korban Gempa

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:38 WIB
RUSAK: BPBD Sumenep bersama tim saat melakukan asesmen terhadap rumah warga yang rusak terdampak gempa di Pulau Sapudi, Sumenep. (BPBD UNTUK JPRM)
RUSAK: BPBD Sumenep bersama tim saat melakukan asesmen terhadap rumah warga yang rusak terdampak gempa di Pulau Sapudi, Sumenep. (BPBD UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan memprioritaskan perbaikan rumah warga yang terdampak gempa. Untuk mengakselerasi penanganan korban bencana, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong kolaborasi antar aparat desa, kecamatan, dan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong.

”Prioritas utama saat ini adalah tersedianya material bangunan dan biaya untuk pembangunan rumah warga. Hal ini menjadi kunci agar proses pemulihan bisa terlaksana lebih cepat,” katanya.

Fauzi menerangkan, dana yang bersumber dari APBD maupun APBN memang baru bisa digunakan setelah masa tanggap darurat bencana selesai. Karena itu, pihaknya melibatkan masyarakat.

”Masa tanggap darurat itu selama 14 hari, itu untuk memberi ruang bagi tim di lapangan agar dapat melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah dan fasilitas umum secara menyeluruh,” tegasnya.

Dia menuturkan, keterlibatan masyarakat sangat penting. Selain untuk mempercepat perbaikan fisik rumah, hal itu untuk meningkatkan solidaritas sosial.

”Gotong royong menjadi bukti kepedulian sosial. Aparat desa, kecamatan, dan warga bisa langsung bekerja memperbaiki bangunan yang rusak. Kami berharap bangunan yang rusak ringan hingga sedang bisa segera ditempati kembali,” tuturnya.

Fauzi memastikan, proses pendampingan terhadap warga terdampak gempa akan terus berlanjut hingga tahap rehabilitasi selesai. Setelah masa tanggap darurat berakhir, bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat akan disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

”Dengan langkah ini, kami berharap pemulihan sosial dan ekonomi warga korban gempa dapat berlangsung lebih cepat,” tandasnya.

Sekadar diketahui, jika merujuk data dari BPBD Sumenep, terdapat 519 bangunan yang rusak akibat gempa. Perinciannya, 192 unit rumah rusak ringan, 165 unit rumah rusak sedang, 107 unit rumah rusak berat, dan 10 unit rumah rusak sangat berat.

Selain itu, fasilitas umum juga terkena dampak. Perinciannya, 18 tempat ibadah rusak ringan, 11 rusak sedang, dan 4 rusak berat. Sedangkan untuk sarana pendidikan, tercatat 5 rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 2 rusak berat. Dua fasilitas kesehatan dilaporkan rusak ringan.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6.0 magnitudo mengguncang wilayah Sumenep pada Selasa (30/9) pukul 23.49. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di titik koordinat 7,25 lintang selatan dan 114,22 bujur timur. Kedalaman gempa sekitar 11 kilometer.

Baca Juga: Tangani Penyakit pada Sistem Pencernaan dengan Modern dan Aman, RSUDMA Sumenep Buka Layanan Subspesialis Bedah Digestif

Pusat gempa berjarak sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep. Gempa tidak berpotensi Tsunami. Namun, guncangannya dirasakan oleh mayoritas warga Madura dan beberapa kota di Jatim.

BMKG mencatat, pascagempa yang terjadi Selasa (30/9), terdapat gempa susulan hingga 185 kali. Terbaru, gempa terjadi di lokasi yang sama dengan yang terjadi pada Selasa (30/9) malam.

Kali ini berada di titik koordinat 7,22 lintang selatan dan 114,18 bujur timur dengan kedalaman 18 kilometer. Getaran gempa berkekuatan 4.1 magnitudo itu terasa jelas di Kepulauan Sapudi. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#rehabilitasi #terdampak gempa #perbaikan rumah #warga terdampak #gempa susulan #korban gempa