SUMENEP, RadarMadura.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep belum memiliki gedung permanen. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar serta asrama murid ditempatkan di gedung sarana kegiatan diklat (SRD). Meski begitu, Pemkab Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan gedung SR.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, lahan yang disiapkan pemkab untuk pembangunan gedung SR telah diserahkan ke pemerintah pusat. Pelimpahan aset itu dilakukan sebelum program SR dimulai.
”Sudah diserahkan lahannya ke pemerintah pusat, insyaallah nanti akan dibantu,” katanya.
Bupati Sumenep dua periode itu menuturkan, lokasi pembangunan gedung SR itu berada di Desa Patean, Kecamatan Batuan. ”Informasinya, anggaran pembangunan gedung SR besar. Itu nanti langsung pemerintah pusat yang akan bangun,” tegasnya.
Fauzi menegaskan, Pemkab Sumenep akan terus mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan SR. ”Salah satu bentuk dukungan tersebut, dengan menyediakan lahan. Juga menyediakan murid,” tuturnya.
Ditambahkan, Pemkab Sumenep masih belum mengetahui, kapan pembangunan gedung SR akan dimulai. Termasuk apakah SR bisa ditempati tahun depan atau belum. ”Pemkab menunggu informasi dari pusat,” tegasnya.
Sekadar diketahui, program SR di Kota Keris telah resmi dimuai pada Selasa (30/9). Tahun ini, terdapat 96 murid yang terdaftar. Perinciannya 50 murid untuk jenjang SMP dan 46 murid untuk jenjang SD. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti