SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep tahun ini melakukan pengadaan sebanyak 500 bibit tanaman.
Akan tetapi, ada sekitar 150 bibit yang hingga sekarang belum ditanam dan disimpan di tempat pembibitan.
Anggaran pengadaan ratusan bibit tersebut sebesar Rp 47 juta.
Bibit tersebut terdiri dari empat jenis. Yakni, tanaman ketapang kencana dan sansevieria. Kemudian, tanaman puring dan bunga asoka.
Kabid Tata Lingkungan DLH Sumenep Moh. Hasinuddin Firdaus mengatakan, institusinya melakukan pengadaan bibit tanaman pada awal tahun.Kalau pengadaannya sudah selesai,” katanya.
Hasinuddin menuturkan, sampai saat ini ada bibit tanaman yang belum ditanam.
Sebanyak 70 persen bibit tanaman sudah ditanam.
Sisanya disimpan di tempat pembibitan dan belum ditanam. Menunggu momentum dan lokasi yang tepat,” ucapnya.
Menurut dia, 70 persen bibit tanaman tersebut ditanam langsung oleh DLH.
Ada yang ditanam di taman, pinggir jalan, dan tempat strategis lainnya.
Ada juga bibit tanaman yang diserahkan kepada kelompok masyarakat.
”Selama ini memang banyak kelompok masyarakat yang minta bibit ke DLH.
Tapi, sebelum bibit diserahkan, DLH melakukan survei lokasi.
Hal itu untuk memastikan bibit ditanam di lahan yang tepat, bukan lahan milik pribadi,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri