Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DPUTR Klaim Belum Bisa Perbaiki Jalan Manding–Batuputih

Amin Basiri • Senin, 6 Oktober 2025 | 13:15 WIB
RUSAK PARAH: Pengemudi mobil sedang melintas di akses jalan penghubung dua kecamatan di Desa Giring, Kecamatan Manding, Minggu (5/10).
RUSAK PARAH: Pengemudi mobil sedang melintas di akses jalan penghubung dua kecamatan di Desa Giring, Kecamatan Manding, Minggu (5/10).

SUMENEP, RadarMadura.id– Perbaikan jalan penghubung Kecamatan Batuputih dan Manding yang terletak di Desa Batuputih Laok, Gedding, Giring, dan Tenonan sulit terealisasi.

Meski rusak parah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep menyatakan belum bisa memperbaiki akses tersebut.

Alasannya, berstatus jalan poros desa bukan jalan kabupaten.

Dengan demikian, kewenangan ada di pemerintah desa.

Hal itu diungkapkan Kabid Bina Marga Dinas PUTR Sumenep Salamet Supriyadi.

Menurut dia, institusinya tidak bermaksud membiarkan jalan tersebut rusak.

Hanya saja, institusinya tidak memiliki dasar untuk melakukan perbaikan.

"Itu kan statusnya bukan jalan kabupaten, jadi kita tidak bisa memperbaikinya," katanya.

Supriyadi menyampaikan, untuk bisa berstatus jalan kabupaten, tentu harus diserahkan ke institusinya.

Namun, lebar jalannya harus lima meter lebih. Masalahnya, saat ini lebar di sepanjang jalan tersebut belum memenuhi syarat.

"Karena ada beberapa bagian jalan yang pemilik tanahnya belum mau menyerahkan untuk pelebaran jalan. Itu yang jadi kendala," ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Supriyadi, jalan tersebut bisa diperbaiki untuk sementara waktu.

Yakni dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

"DD sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk perbaikan jalan yang masih belum bestatus jalan kabupaten," tegas Supriyadi.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua Komisi 3 DPRD Sumenep, M Muhri menyatakan, dirinya sudah intens berkomunikasi dengan DPUTR terkait akses tersebut.

Kendalanya sekarang ini memang di pelebaran jalan. Sebab, ada beberapa warga yang enggan menyerahkan tanahnya untuk pelebaran jalan.

"Jadi kita susah juga untuk bertindak. Sebab, tidak semua warga sepakat dengan pelebaran jalan ini.

Nanti akan kita coba dorong semua pihak untuk berkomunimaai dengan warga," janjinya. (iqb/yan)

Editor : Amin Basiri