Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Soal Sarung di Cabdindik Sumenep, Tokoh Agama Minta Saling Menghargai

Amin Basiri • Senin, 6 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi siluet kartun muslim
Ilustrasi siluet kartun muslim

SUMENEP, RadarMadura.id– Tindakan kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur wilayah Sumenep yang melayani tamu di luar kantor karena mengenakan sarung menjadi perhatian banyak pihak.

Tokoh agama Sumenep menilai tindakan tersebut kurang tepat. Alasannya, dianggap tidak menghormati tamu.

Tokoh ulama Sumenep KH A. Pandji Taufiq mengatakan, orang yang bertamu mengenakan sarung itu tidak bisa dilarang.

Sebab, hal itu bagi sebagian orang sudah biasa. Karena itu, tamu yang mengenakan sarung harus tetap dilayani dan dihargai.

“Saya tidak mau mengatakan siapa yang benar dan salah. Dalam hal ini tentu penerima tamu (kantor cabdindik Jatim wilayah Sumenep) kurang menghargai tamu,” katanya.

Kiai yang juga menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu juga menegaskan, ke depan mungkin persoalan serupa jangan terulang lagi. "Harus saling menghargai," ingatnya.

Begitu juga dengan masyarakat yang mau bertamu harus bisa melihat seperti apa tempat yang akan didatangi.

“Poinnya harus saling menghargai. Jadi persoalan penolakan karena pakai sarung ini jangan sampai terjadi lagi,” tegas Kyai Pandji.

Sementara itu, Kacabdindik Jatim Wilayah Sumenep, Budi Sulistyo menegaskan, warga yang datang ke kantornya dengan mengenakan sarung beberapa waktu telah dilayani oleh institusinya.

Meski pelayanannya dilakukan di luar kantor. "Sebab, sang tamu saat itu mengenakan sarung," ucapnya.

Langkah tersebut diambil untuk memberikan pemahaman kepada tamu tersebut.

Baca Juga: Kuasa Hukum Pelapor Sebut Penetapan Tersangka Lebih dari Satu Orang, Kasus SHM Area Pantai Tapakerbau

Sebab, yang bersangkutan merupakan tenaga pendidikan yang kurang paham etika saat datang ke kantor.

"Tidak ada aturan khusus. Dia kan pengajar atau pengawas sekolah masak tidak paham seperti apa kalau ke kantor," katanya.

Sebelumnya, Rofiqi, warga Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, mengeluhkan layanan kantor Cabdindik Jatim wilayah Sumenep.

Saat mendatangi kantor milik Disdik Pemprov Jatim itu untuk konsultasi pindah sekolah murid, dia ditolak. Sebab, mengenakan sarung.

Bahkan, diperintahkan pulang untuk ganti sarung dengan celana.

Setelah melakukan perdebatan dengan salah satu pegawai di kantor itu, akhirnya Rofiqi dilayani. Namun, pelayanannya dilakukan di luar kantor. (iqb/yan) 

Editor : Amin Basiri