SUMENEP, RadarMadura.id – Gempa bumi berkekuatan 6,5 Magnitudo terjadi di Kabupaten Sumenep pada Selasa (30/9). Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo mencatat pusat gempa berada di titik koordinat 7,25 lintang selatan dan 114,22 bujur timur, dengan kedalaman 11 kilometer.
Pusat gempa berjarak sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep dan gempa tidak berpotensi Tsunami. Namun, guncangan gempa dirasakan oleh mayoritas masyarakat Sumenep. Sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Seperti yang dialami oleh Tajibu, 60, warga Dusun Saroan Laok, Desa Gapurana, Kecamatan Talango. Saat kejadian, Tajibu sedang tidur pulas sendirian di kamar tengah rumahnya. Dia terbangun karena adanya guncangan gempa. Namun karena dirinya dalam keadaan sakit, tidak bisa segera keluar dari rumahnya.
Beruntung, Tajibu ditolong oleh tetangganya, sehingga dia bisa keluar dari rumahnya. ”Saya keluar, membuka pintu, kemudian ada bata dinding jatuh ke kepala hingga saya tersungkur,” terangnya kemarin (1/10). ”Saya teriak minta tolong. Alhamdulillah saya bisa keluar dari rumah dengan diseret oleh tetangga,” ucapnya.
Rumah Tajibu mengalami kerusakan berat. Dinding rumahnya retak dan mengelupas, sebagian gentingnya merosot. Bahkan, fondasi bangunan tampak miring ke arah timur. Dengan demikian, rumah tersebut tidak dapat ditempati lagi.
Tiga warga di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, juga dilaporkan menjadi korban luka-luka. Kasi Trantib Kecamatan Gayam Sudarman membenarkan adanya korban luka akibat bencana gempa tersebut. ”Data sementara ada tiga orang luka-luka, mereka sudah mendapatkan perawatan medis. Dua di Puskesmas Gayam, dan satunya didatangi ke rumahnya,” tuturnya.
Sudarman menyatakan, jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah. Hingga kemarin, tim kecamatan masih terus melakukan pendataan dengan berkoordinasi dengan para kepala desa di wilayah terdampak. ”Kami terus menghubungi kepala desa untuk memastikan kondisi warga. Kami berharap tidak ada lagi korban tambahan, apalagi korban jiwa,” harapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep sudah mencatat data sementara kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat gempa. Secara umum, dampak gempa dirasakan di wilayah daratan dan kepulauan. Namun, kerusakan paling parah terjadi di Pulau Sapudi yang mencakup dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Gayam dan Nonggunong.
Di Kecamatan Gayam, tercatat ada 123 rumah warga dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. ”Sebagian rumah mengalami retak parah, bahkan roboh akibat kuatnya guncangan,” kata Kepala BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy.
Selain rumah, sejumlah masjid, musala, sekolah, dan lantai dua bangunan Puskesmas Gayam juga ikut terdampak guncangan. Sementara itu, di Kecamatan Nonggunong, 17 rumah warga dilaporkan rusak. Dua masjid dan satu bangunan sekolah juga mengalami kerusakan akibat gempa. ”Fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang rusak sudah mulai kami data satu per satu,” terangnya.
Dia mengungkapkan untuk di wilayah daratan, kerusakan bangunan teridentifikasi di Kecamatan Gapura, Batang-Batang, dan Talango. Namun, tingkat kerusakannya tidak sebesar yang terjadi di Pulau Sapudi.
”Kerusakan di daratan relatif ringan, kebanyakan berupa retakan dinding dan atap yang rusak,” tuturnya.
Data sementara BPBD Sumenep, sedikitnya terdapat 147 rumah serta sejumlah fasilitas umum seperti masjid, musala, puskesmas, dan sekolah terdampak gempa. Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah seiring proses pendataan yang terus dilakukan di lapangan.
”Tim kami terus bergerak ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan kondisi sebenarnya,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan semua unsur forkopimda di wilayahnya. Dia berjanji akan segera melakukan penanganan secepatnya.
”Langkah pertama biasanya adanya logistik bantuan. Kami pasti akan melakukan penanganan secepatnya,” ucapnya saat meninjau rumah warga di Desa Gapurana, Kecamatan Talango.
Pemkab Sumenep langsung gerak cepat. Forkopimda langsung melaksanakan rapat terkait percepatan penanganan dampak bencana di Kota Keris. Sejumlah tim diturunkan mendatangi lokasi bencana gempa di Pulau Talango untuk melakukan pendataan dan penanganan langsung.
Dijadwalkan, hari ini akan ada tim yang diberangkatkan ke Pulau Sapudi. Tim tersebut akan memberikan bantuan kepada warga terdampak.
”Kami akan membawa bantuan dan mendata berapa berapa bangunan yang perlu diperbaiki,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. (tif/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti