SUMENEP, RadarMadura.id – Peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025 di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dengan aksi nyata peduli lingkungan.
Tim WCD Sumenep bersama sejumlah elemen masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di Pantai Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Sabtu (20/9).
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian aksi bersih yang digelar secara bertahap sejak 17 September.
World Cleanup Day sendiri merupakan gerakan global yang dilaksanakan serentak di seluruh dunia. Tahun ini, jutaan relawan dari berbagai negara turun ke jalan, pantai, sungai, hingga ruang publik untuk menyingkirkan sampah, termasuk di Indonesia.
Kabupaten Sumenep tak ketinggalan berkontribusi melalui gerakan bersama yang menggandeng berbagai pihak.
Baca Juga: Dropping Air Bersih Dihentikan, Puluhan Desa di Kabupaten Bangkalan Diprediksi Alami Kekeringan
Ketua Tim WCD Sumenep, Fadel, menuturkan aksi ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, melainkan juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah.
“Ini aksi kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa, TNI, komunitas, sekolah, dan pemuda, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pesisir,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 17 September, Tim WCD Sumenep mengawali rangkaian kegiatan dengan sosialisasi terkait pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Edukasi ini ditujukan agar masyarakat lebih memahami pentingnya memilah dan mengurangi sampah dari rumah.
Dilanjutkan pada 19 September, aksi bersih sampah hari pertama dilakukan di sepanjang Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Kota Sumenep. Dari kegiatan itu, relawan berhasil mengumpulkan hingga 2,2 ton sampah. Hasil ini menunjukkan betapa seriusnya masalah sampah di ruang publik.
Baca Juga: APHT di Sumenep Tak Kunjung Beroperasi, Sarana dan Perizinan Jadi Pemicu Keterlambatan
Puncaknya, aksi bersih di Pantai Desa Dapenda pada 20 September menjadi sorotan. Pantai yang memiliki potensi wisata sekaligus calon kawasan Kampung Nelayan itu, dipilih karena masih menghadapi persoalan sampah, baik dari aktivitas masyarakat maupun kiriman laut.
Fendi Susanto, perwakilan pemuda Desa Dapenda, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas aksi kolaboratif ini.
“Kami mewakili pemuda Desa Dapenda, sangat berterima kasih kepada Tim WCD Sumenep dan seluruh kolaborator yang berkenan hadir untuk melakukan aksi bersih sampah di desa kami,” ucapnya.
Ia menambahkan, ada dua alasan utama mengapa desa mereka dipilih. Pertama, karena masih banyak warga yang belum memiliki kesadaran penuh dalam mengelola sampah.
Baca Juga: Disporapar Pamekasan Lestarikan Budaya Karapan Sapi
Kedua, Desa Dapenda akan dikembangkan sebagai Kampung Nelayan oleh pemerintah pusat, sehingga kebersihan lingkungan menjadi faktor penting untuk mendukung program tersebut.
“Agar program Kampung Nelayan berjalan sukses, masyarakat harus sadar dan bertanggung jawab terhadap sampahnya. Lingkungan harus bersih, bukan hanya untuk wisatawan, tapi juga untuk kenyamanan warga sendiri,” imbuh Fendi.
Pada kesempatan yang sama, Fadel juga menyampaikan harapan besar dari aksi ini. Menurutnya, membersihkan sampah hanyalah langkah awal, yang lebih penting adalah mengubah perilaku masyarakat.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Dapenda dan pihak-pihak yang masih membuang sampah sembarangan, untuk berhenti melakukannya. Mari kita jaga kebersihan bersama,” tegasnya.
Selain masyarakat Desa Dapenda, aksi bersih ini juga melibatkan sejumlah komunitas dan instansi, antara lain Asa Sociopreneur, Pokmaswas Reng Paseser, SMP Binar, TNI, serta Dinas Lingkungan Hidup Sumenep. Kehadiran banyak pihak membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dikerjakan secara gotong royong.
Baca Juga: Sepekan Dilaporkan, Pelaku Curanmor Terekam CCTV di Bangkalan Tak Terungkap
Kegiatan ini semakin bermakna karena selain membersihkan sampah, para peserta juga saling bertukar gagasan terkait pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Pemerintah desa menyatakan akan menindaklanjuti aksi ini dengan program rutin kebersihan.
“Kolaborasi ini menjadi awal yang baik. Semoga bukan hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dengan kesadaran masyarakat yang meningkat,” ujar salah satu guru SMP Binar yang ikut terlibat.
Sebagai hasil nyata, aksi bersih di Desa Dapenda berhasil mengumpulkan 1,17 ton sampah. Angka ini menambah total sampah yang berhasil dibersihkan selama rangkaian WCD Sumenep 2025 menjadi lebih dari 3,3 ton.
Menutup kegiatan, Fadel mewakili Tim WCD Sumenep menyampaikan apresiasi kepada semua pihak.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada DLH Sumenep, Pemerintah Desa Dapenda, SMP Binar, komunitas, pemuda, dan seluruh relawan yang terlibat. Semoga aksi ini membawa berkah dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.
Baca Juga: Srikandi PT PLN (Persero) UIP JBTB Sukseskan Bersih-Bersih Sungai Gedang Klutuk, Temas, Batu
Gerakan WCD di Sumenep diharapkan mampu menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Lebih dari sekadar membersihkan sampah, aksi ini membawa pesan moral bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga untuk generasi mendatang. (dry)
Editor : Hendriyanto