SUMENEP, RadarMadura.id – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, kini mulai merambah dunia digital.
Berkat program kerja unggulan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas PGRI (UPI) Sumenep, produk lokal seperti Soto Campor hingga kerajinan tangan Kalasa kini lebih mudah diakses oleh pasar yang lebih luas.
Program bertajuk "Digitalisasi UMKM" yang dilaksanakan pada bulan Juli kemarin ini bertujuan untuk memberdayakan para pelaku usaha agar mampu bersaing di era modern.
Para mahasiswa terjun langsung mendampingi warga, memberikan pelatihan praktis dari hulu ke hilir.
Ketua Kelompok 14 KKN UPI, Rizqi Dwi Kuncoro, menjelaskan bahwa program ini adalah jawaban atas tantangan zaman.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi adalah kunci untuk membuka gerbang pasar yang selama ini sulit dijangkau oleh pelaku usaha di pedesaan.
"Program kerja Digitalisasi UMKM adalah upaya kami membantu pelaku usaha kecil agar bisa memanfaatkan teknologi digital, seperti internet, aplikasi online, dan media sosial untuk mengembangkan usahanya," ujar Rizqi saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (12/9).
Ia menambahkan, dengan digitalisasi, pelaku UMKM dapat memperluas pasar, mempermudah promosi, serta membuat produk mereka lebih mudah diakses oleh konsumen.
Implementasi program ini dilakukan secara konkret.
Para mahasiswa dengan telaten mendampingi satu per satu pemilik usaha untuk mendaftarkan lokasi mereka di Google Maps.
Langkah sederhana ini terbukti efektif membuat usaha mereka lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli dari luar daerah.
Tidak berhenti di situ, produk-produk unggulan desa juga didorong untuk masuk ke platform e-commerce. "Kami membantu mereka membuat akun dan mengunggah produk di Shopee, serta mempromosikannya lewat media sosial," tambah Rizqi.
Beragam produk lokal pun kini memiliki etalase digital.
Di sektor kuliner, makanan khas seperti Soto Campor dan camilan tradisional seperti keripik menjadi andalan.
Sementara di sektor kerajinan tangan, produk Kalasa yang memiliki nilai seni tinggi turut didigitalkan.
Upaya ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Para pelaku UMKM mengaku merasakan manfaat nyata dari program tersebut.
Peluang penjualan yang semakin terbuka lebar membangkitkan optimisme baru di tengah persaingan usaha yang kian ketat.
Apresiasi juga datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Meddelan, Moh Haris, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kontribusi para mahasiswa KKN.
Ia menilai, kehadiran mereka membawa angin segar dan solusi yang dibutuhkan oleh warganya.
"Kami sangat senang atas kehadiran mahasiswa KKN yang kami nilai sangat membantu masyarakat. Inovasi seperti ini yang kami harapkan," kata Haris.
Lebih lanjut, ia berpesan agar hubungan baik yang telah terjalin tidak putus seiring berakhirnya masa KKN.
"Kami berharap silaturahmi ini tidak berhenti di sini, tetapi tetap terjalin meskipun kegiatan sudah berakhir," pungkasnya. (hasan)
Editor : Hasan Bashri