SUMENEP, RadarMadura.id - Program Sekolah Rakyat (SR) di Sumenep belum beroperasi.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat untuk memulai kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala Dinsos P3A Sumenep Mustangin mengatakan, program SR belum dimulai.
Sistem yang diterapkan di SR berbeda dengan sekolah lain.
Misalnya, jam belajar siswa diatur agar tidak tertinggal pelajaran.
”Ini kan namanya eksklusif ya, nanti akan ada jam khusus untuk mengejar ketertinggalan mata pembelajaran, ada akselerasinya nanti, katanya.
Mustangin belum bisa memastikan kapan program SR akan dimulai.
Sejauh ini belum ada keputusan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Pihaknya masih menunggu arahan dari kementrian.
”Informasi sementara dimulai bulan ini. Tapi sampai sekarang masih belum kabar apa pertengahan atau akhir,” ujarnya.
Dia menambahkan, hingga saat ini terdapat 85 anak yang dipastikan akan masuk SR. Rinciannya, 44 anak untuk jenjang SD, dan 41 anak untuk jenjang SMP.
Jika melihat kouta, jumlah siswa masih kurang. Sebab kouta siswa SR 50 orang setiap tingkatan.
”Siswa yang bisa dipastikan masuk ke RS naik signifikan, tukasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri