SUMENEP, RadarMadura.id – Keberadaan ST. Kholila Oktavia belum diketahui. Perempuan yang berstatus sebagai ibu dari seorang bayi yang ditemukan tak bernyawa di Kecamatan Arjasa, Sumenep, tersebut tidak ditemukan keberadaannya.
ST. Kholila Oktavia diyakini mengantongi informasi penting mengenai kronologi kematian anaknya. Sebab, dia merupakan orang terakhir yang bersama korban. Tetapi, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas menyatakan, handphone Kholila tidak dapat dihubungi sejak penemuan jasad anaknya. Hingga saat ini institusinya masih terus melakukan penyelidikan.
”Pihak keluarga pun sudah menghubungi, tapi belum membuahkan hasil,” ucapnya Jumat (5/9).
Sampai saat ini polisi belum mengetahui penyebab kematian Syifa. Sebab, belum dilakukan otopsi. Alasannya, tim forensik belum bisa diberangkatkan ke Kepulauan Kangean.
”Masih terkendala cuaca, kalau tim sudah siap, tinggal berangkat saja,” ucapnya.
Moh. Rofik, kerabat korban menduga ibu korban melarikan diri. Yakni, dengan menaiki kapal dari Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa.
”Katanya sempat tanya jadwal kapal, Sabtu (30/8) itu ada jadwal Kapal Hulalo,” katanya.
Untuk diingat, warga Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, dihebohkan dengan penemuan bayi perempuan bernama Asyifa Lailatul Aulia dalam kondisi mengenaskan.
Balita itu ditemukan dalam lemari terkunci di lantai satu salah satu kamar kos pada Senin (1/9) malam.
Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP. Hasilnya, ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan. Antara lain, tas, baju bayi, selimut, sarung, dan plastik hitam.
Sedangkan jenazah Asyifa dibawa ke Rumah Sakit Abuya Kangean untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Hingga saat ini, jasad bayi masih berada di rumah sakit dan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti