Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

20 Anak Tewas karena Campak, Menkes Budi Gunadi Tinjau Vaksinasi dan Pasien Campak di Sumenep

Hendriyanto • Jumat, 29 Agustus 2025 | 20:19 WIB

TURUN LANGSUNG: Menkes Budi Gunadi Sadikin didampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memantau proses vaksinasi di TK Qurrata A’yun di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, (28/8).
TURUN LANGSUNG: Menkes Budi Gunadi Sadikin didampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memantau proses vaksinasi di TK Qurrata A’yun di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, (28/8).

SUMENEP, RadarMadura.id – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memantau langsung pelaksanaan vaksinasi campak di Kabupaten Sumenep.

Kunjungan itu dilakukan setelah penyakit campak di Kota Keris ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) per Agustus 2025.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Budi meninjau vaksinasi campak di TK Qurrata A’yun yang terletak di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep.

Selain meninjau vaksinasi, menteri kelahiran Bandung itu juga menemui dan berdialog dengan pasien yang dirawat di RSI Garam Kalianget.

Setelah itu, mengunjungi rumah warga penderita campak yang sudah sembuh di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget. Saat melakukan lawatan di Sumenep, Budi didampingi tim dari Kemenkes, forum pimpinan daerah (Forpimda), Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, serta petugas vaksinasi dari puskesmas.

Baca Juga: Kejati Dinilai Tertutup, AMSP Pertanyakan Perkembangan Penanganan Kasus Dugaan Tipikor BSPS

Catatan koran ini, jumlah anak di Kota Keris yang meninggal akibat penyakit campak terus bertambah. ”Yang meninggal sudah 20 anak. Kita berharap dalam dua minggu ini tidak bertambah lagi,” kata Budi kepada awak media.

Budi menyatakan, kematian anak-anak itu tidak terlepas dari maraknya hoaks yang menyesatkan soal imunisasi. ”Pemicunya hanya gara-gara warga terus diteror dengan berita hoaks bahwa imunisasi tidak bermanfaat atau berdampak buruk,” jelasnya.

Dijelaskan, hoaks soal vaksinasi sangat berbahaya. Sebab, bisa membuat warga takut untuk mengikuti imunisasi. Seharusnya, kata dia, tidak ada anak yang meninggal akibat campak.

”Sekarang kan banyak hoaks untuk tidak imunisasi, tidak vaksinasi. Itu sangat berbahaya dan jahat,” tegasnya.

Budi menyatakan, dirinya telah berdiskusi dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk segera menuntaskan program vaksinasi. Dia menargetkan vaksinasi dapat selesai dalam waktu dua pekan.

Baca Juga: PT Mohammad Tour and Travel Berangkatkan Jamaah Umrah

”Dalam dua minggu semua anak-anak di Sumenep sudah diimunisasi,” harapnya.

Dijelaskan, penyakit campak diakui gampang menular. ”Jika Covid-19 dari satu penderita bisa menular ke satu sampai tiga orang. Sementara campak, dari satu penderita bisa menular ke 18 orang. Penyakit ini memang cepat menular,” ucapnya.

Ditambahkan, vaksinasi campak menjadi kunci utama untuk melakukan pencegahan. ”Campak bisa berakibat fatal, terutama jika tidak ditangani dengan tepat. Fatality rate-nya lumayan tinggi. Karena itu, dia datang ke Kota Keris untuk memastikan agar imunisasi campak benar-benar dijalankan,” tuturnya.

Jika merujuk data Dinkes P2KB Sumenep hingga Rabu (27/8), sudah terdapat 2.321 penderita campak. Dari ribuan penderita itu, 20 di antaranya meninggal.

Untuk menekan persebaran, pemerintah telah menggelar imunisasi massal atau outbreak response immunization (ORI) mulai 25 Agustus yang menyasar 73.969 anak di wilayah daratan maupun kepulauan. Hingga Rabu (28/8), sudah tercapai 16.191 atau sekitar 22 persen dari target. (tif/yan)

Editor : Hendriyanto
#sumenep #kemenkes ri #Achmad Fauzi Wongsojudo #kasus campak