Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Seorang Tewas Terkapar Dalam Rumah Kontrakan di Sumenep, Jalani Perawatan Penyakit Jantung

Amin Basiri • Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:40 WIB

EVAKUASI: Petugas mengevakuasi jasad korban untuk dibawa di RSUD dr H Moh. Anwar, Sumenep, Selasa (12/8) malam.
EVAKUASI: Petugas mengevakuasi jasad korban untuk dibawa di RSUD dr H Moh. Anwar, Sumenep, Selasa (12/8) malam.

SUMENEP, RadarMadura – Seorang pria ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakannya di Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, Selasa (12/8) malam.

Identitas pria tersebut diketahui bernama Bambang Hariyanto, 65. Dia merupakan warga Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep.

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui insiden tersebut.

”Korban memang ngontrak di rumah itu (tempat kejadian perkara),” ungkap Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti.

Jasad Hariyanto terungkap setelah Samsul Arifin, 45, warga sekitar, mencium aroma tak sedap dari rumah yang dia tempati.

Kebetulan, rumah saksi sangat dekat dengan kontrakan korban alias masih bertetangga. ”Bau itu tercium oleh saksi sekitar pukul 16.30 WIB,” terang Widi.

Sementara, saat diperhatikan, rumah kontrakan Hariyanto sedang sepi dan pintu dalam keadaan tertutup.

Hal itu pun disampaikan oleh Samsul Arifin kepada Kusnadi yang merupakan perangkat pemerintah Desa Batuan.

”Kemudian, Kusnadi bersama Kepala Desa Batuan H Juned, mendatangi rumah kontrakan korban,” jelasnya.

Setelah diperiksa isi rumah melalui jendela, terlihat sosok pria dalam keadaan terkapar.

Sontak Kades Juned segera mengabarkan kejadian tersebut kepada anggota Bhabinsa Desa Batuan.

”Pintu rumah kemudian didobrak dan memeriksa jasad korban, dan ternyata sudah meninggal dunia,” jelas Widi.

Kades Juned segera melaporkan penemuan jasad tak bernyawa itu kepada polisi di Polsek Kota Sumenep.

Petugas pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebagai langkah penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa misterius itu, maka jasad korban dibawa ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep untuk diotopsi.

Namun, sesampai di rumah sakit, ternyata keluarga duka tidak mengizinkan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.

Menurut Widiarti, sebelum ditemukan meninggal, Hariyanto menderita penyakit jantung.

Bahkan, juga mengalami gangguan kesehatan pada pembuluh darah.
”Korban memang tercatat masih menjalani pengobatan intensif di RSUD dr H Moh Anwar Sumenep beberapa bulan terakhir,” tutupnya. (tif/luq)

Editor : Amin Basiri
#korban #sumenep #insiden