SUMENEP, RadarMadura.id– SDIT Al Hidayah Sumenep belum sepenuhnya ramah terhadap anak.
Indikasinya, seorang siswa berinisial Y menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya.
Korban yang masih duduk di bangku kelas III itu mengalami memar di pipinya.
Bullying yang dialami Y terjadi pada Selasa (5/8). Lokasinya di lingkungan SDIT Al Hidayah Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.
Sedangkan pelakunya diduga teman kelasnya sendiri berinisial A.
Debri, orang tua Y, mengaku heran terhadap pihak sekolah yang terkesan pasif terhadap pelaku bullying.
Seharusnya, pengelola lembaga swasta tersebut memanggil pelaku beserta orang tuanya.
Saya menyayangkan tindakan bullying ini, apalagi pihak sekolah tidak memberikan respons dan tindakan apa pun terhadap pelaku, katanya.
Perundungan yang dilakukan A terhadap Y diduga sudah berulang kali terjadi. Kejadian terakhir Selasa (5/8).
Akibat peristiwa tersebut, anaknya mengalami sakit di bagian kepala.
Setelah saya visum, ditemukan memar di pipinya.
Anak saya sampai takut yang mau masuk ke sekolah, ucapnya.
Kepala SDIT Al Hidayah Sumenep Ustadz Afil memilih irit bicara saat dikonfirmasi terkait dengan bullying yang terjadi di lingkungan lembaga yang dipimpin.
Dia berdalih memiliki prosedur tersendiri dalam penanganan kasus yang dialami Y.
Pihak sekolah melaksanakan (penanganan) sesuai prosedur yang berlaku di sekolah, katanya.
Pihak sekolah beserta dengan orang tua pelaku bullying sudah berusaha mengunjungi kediaman korban.
Tujuannya, untuk melakukan silaturahmi dan menanyakan kondisi korban.
Sekaligus meminta maaf atas kejadian itu. Namun, upayanya itu belum berhasil.
”Insyaallah pihak sekolah akan kembali bersilaturahmi, imbuhnya.
Sementara, guru SDIT Al Hidayah Sumenep Ridwan membenarkan peristiwa bullying yang dialami Y.
Namun, dia enggan berbicara banyak tentang masalah tersebut.
Pihaknya beralasan tidak memiliki kapasitas untuk menjawab persoalan tersebut.
Saya bukan kepala sekolah, tidak punya kewenangan menjawab, katanya. (iqb/jup)
Editor : Amin Basiri