SUMENEP, Radarmadura.id - Polres Sumenep mengeklaim jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di daerahnya mengalami penurunan selama Operasi Patuh Semeru 2025.
Operasi tersebut digelar selama dua pekan mulai dari Senin (14/7) hingga Minggu (27/7).
Angka laka lantas disebut menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Operasi Patuh Semeru 2024, terdapat 18 kejadian kecelakaan.
”Tahun ini, angkanya turun menjadi 5 kasus, atau mengalami penurunan 72 persen, ungkap Kapolres Sumenep AKBP Rivanda.
Korban luka ringan juga mengalami penurunan tajam.
Yakni, dari 30 orang menjadi enam orang. Selain itu juga tidak ada korban meninggal dunia dalam rentetan peristiwa laka lantas selama operasi berlangsung.
Nilai kerugian materiel pun ikut turun signifikan. Jika tahun 2024 mencapai Rp 35 juta lebih, tahun ini hanya sekitar Rp 8 juta.
Capaian ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Penurunan ini merupakan hasil dari pendekatan edukatif dan pengawasan yang konsisten dari petugas, katanya.
Rivanda menambahkan, selama operasi, pihaknya juga mengintensifkan kegiatan preventif seperti patroli, penyuluhan, hingga edukasi melalui media sosial.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Selama Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Sumenep mencatat 8.216 teguran dan 791 tilang manual terhadap pelanggar lalu lintas.
Angka tersebut menunjukkan dominasi pendekatan persuasif melalui teguran dibandingkan penindakan tilang.
Ini merupakan bagian dari strategi humanis dan tetap tegas dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas, tutupnya. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri