SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep mendapatkan anggaran DBHCHT sebesar Rp 4,4 miliar. Dana jumbo itu konon mulai disalurkan.
Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli mengatakan, semua anggaran DBHCHT yang diterima institusinya dialokasikan untuk pengembangan aglomerasi pabrik hasil tembakau (APHT) yang terletak di Kecamatan Guluk-Guluk. Tepatnya, digunakan untuk peningkatan fisik dan nonfisik.
”Untuk yang nonfisik seperti peralatan linting, AC, dan kendaraan bermotor roda tiga. Semua itu sudah terealisasi,” ujarnya.
Sementara itu, peningkatan fisik seperti pembangunan musala, jalan, MCK, dan lainnya masih dalam tahap perencanaan.
”Insyaallah dalam waktu dekat akan segera dikerjakan,” terangnya.
Sekadar diketahui, hingga saat ini gedung yang dibangun dengan anggaran miliaran itu belum bisa berproduksi. Sebab, proses perizinan dari tenant yang tergabung dalam APHT masih belum lengkap.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep Irwan Hayat minta agar realisasi anggaran DBHCHT yang dikelola oleh DKUPP tepat guna dan tepat sasaran.
”Kalau memang dibutuhkan untuk pengembangan APHT, maka harus dikelola dengan baik. Sebab, tujuan akhirnya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” ingatnya. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti