Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bea Cukai Belum Survei Lokasi, APHT di Guluk-Guluk Sumenep Belum Bisa Produksi

Amin Basiri • Kamis, 10 Juli 2025 | 16:34 WIB
FOKUS: Sejumlah PR yang tergabung dalam APHT melakukan presentasi bisnis internal di Sumenep.
FOKUS: Sejumlah PR yang tergabung dalam APHT melakukan presentasi bisnis internal di Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Gedung Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) yang terletak di Kecamatan Guluk-Guluk hingga saat ini belum bisa beroperasi.

Pasalnya, PD Sumekar selaku pengelola baru selesai melakukan presentasi bisnis secara internal.

Direktur PD Sumekar Hendri Kurniawan mengatakan, pihaknya telah melakukan presentasi internal untuk 11 perusahaan rokok (PR) yang tergabung dalam APHT.

Menurutnya, saat ini masih terdapat beberapa hal yang perlu direvisi. ”Presentasi internal ini sebagai persiapan sebelum presentasi bisnis di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I,” katanya.

Dijelaskan, setelah presentasi bisnis di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I selesai, tahap selanjutnya baru akan dilakukan survei ke APHT.

Jika dalam survei itu tidak ada kendala lagi, maka nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) akan segera diterbitkan. ”Semoga tidak ada kendala lagi, agar bisa produksi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, pihaknya saat ini masih berupaya berkomunikasi dengan Pemprov Jatim terkait pengembangan APHT. ”Ke depan, kami minta anggaran tambahan untuk pengembangan APHT Sumenep,” ucapnya.

Menurutnya, sarana dan prasarana (sarpras) yang ada di APHT saat ini diakui masih kurang. Jika hanya mengandalkan anggaran DBHCHT, proses pembangunannya diyakini akan lamban.

Sebab, anggaran yang dialokasikan per tahun terbatas. ”Untuk membuat APHT yang luar biasa dan multifungsi itu memang membutuhkan anggaran besar,” tandasnya.

Sekadar Diketahui, tahun ini Kabupaten Sumenep mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar Rp 1.593.720.362.

Namun, anggaran tersebut hanya cukup untuk membiayai pembangunan area parkir, musala, MCK, dan kantin.

Sementara fasilitas yang harus dibangun di APHT cukup banyak. Misalnya, penambahan gudang dan lain sebagainya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #bea cukai #APHT