SUMENEP, RadarMadura.id – Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin dibuat geram saat memimpin rapat paripurna di kantor dewan kemarin (2/7).
Pasalnya, dalam rapat tersebut mayoritas pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hadir langsung.
Politikus PDI Perjuangan itu menuturkan, hanya ada empat kepala OPD yang hadir ke rapat paripurna.
Mereka adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Titik Suryati, Kepala Dispusip Rudi Yuyianto, Kepala Bappeda Arif Firmanto, dan Kepala Bapenda Faruq Hanafi.
”Di Kabupaten Sumenep ini ada sekitar 22 atau 23 OPD, yang lain ke mana. Sekali-sekali hadir, masak diwakili terus,” kata Zainal kemarin.
Zainal menyatakan, minimnya kehadiran kepala OPD dalam rapat paripurna bukan pertama kalinya terjadi.
Baca Juga: Puskesmas Guluk-Guluk Gencarkan Kampanye Anti Pungli Menuju WBBM
Dia mengamati, ketika Wabup yang hadir ke paripurna, kepala OPD hanya mengirimkan perwakilan. Berbeda ketika bupati yang hadir, mayoritas kepala OPD hadir.
”Berarti mereka hanya menyetorkan wajah kepada bupati, saya tidak suka seperti itu,” tegasnya.
Zainal menegaskan, kegiatan paripurna merupakan agenda yang sakral. Ada agenda penting yang dilaksanakan.
Di antaranya, penyampaian nota penjelasan bupati atas raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumenep 2025–2029. Selain itu, penyampaian nota penjelasan DPRD terhadap tiga raperda prakarsa DPRD.
”Ke depan, setiap rapat paripurna saya tidak ingin melihat perwakilan dari OPD, harus kepalanya langsung yang hadir. Kecuali memang benar-benar ada halangan,” pesannya.
Terpisah, Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim menilai, ada banyak kegiatan pemerintahan yang harus dikerjakan.
Menurutnya, ketidakhadiran kepala OPD dalam sidang paripurna disebabkan banyak tugas yang harus diselesaikan.
”Hemat saya, yang penting ada yang hadir, meskipun itu keterwakilan” tandasnya. (tif/bil)