SUMENEP, RadarMadura.id – Puskesmas Guluk-Guluk terus berupaya mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
Salah satunya dengan gencar kampanye anti pungli. Itu sebagai bentuk komitmen menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).
Kampanye itu dilakukan melalui berbagai media edukasi dan sosialisasi yang menyasar seluruh elemen masyarakat serta internal puskesmas.
Di antaranya melalui pemasangan spanduk, pembagian leaflet, penyuluhan kepada pasien dan pengunjung, hingga penandatanganan pakta integritas oleh seluruh staf sebagai bentuk nyata komitmen antikorupsi.
Kepala Puskesmas Guluk-Guluk dr Sari Yuli Yarti, M.Kes mengatakan, pelayanan kesehatan harus bebas dari segala bentuk pungli. Pihaknya akan berusaha mencegah terjadinya pungli
”Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan. Tidak ada tempat untuk pungli di lingkungan Puskesmas Guluk-Guluk,” tegasnya.
Dirinya mengajak agar masyarakat ikut mengawasi pelayanan di puskesmas. Yakni, melapor jika menemukan pungli melalui kotak pengaduan atau saluran resmi lainnya.
Kampanye ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan zona integritas yang digalakkan di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
”Dengan semangat kebersamaan dan integritas, Puskesmas Guluk-Guluk optimistis dapat meraih predikat WBBM, demi pelayanan kesehatan yang lebih profesional, bersih, dan tepercaya,” tukas Sari. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri