Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Elpiji Langka, DPRD Sumenep Curiga Agen dan Subagen Curang

Amin Basiri • Kamis, 19 Juni 2025 | 17:34 WIB

BUTUH PENGAWASAN: Warga sedang membeli elpiji di toko yang terletak di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, kemarin.
BUTUH PENGAWASAN: Warga sedang membeli elpiji di toko yang terletak di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, kemarin.

SUMENEP, RadarMadura.id – Kelangkaan dan kenaikan harga elpiji kemasan tiga kilogram menghebohkan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu disesali dan dikritik anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar.

Menurut Hairul Anwar, pihaknya telah memanggil Bagian Perekonomian Setkab Sumenep. Dalam pertemuan itu terungkap bahwa pasokan gas melon itu dari Pertamina berjalan dengan normal.

Jika realitas di lapangan berbeda, dia menduga ada praktik curang yang dilakukan oleh oknum agen dan subagen.

Hairul menyatakan, praktik penjualan gas LPG di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dilakukan oleh sejumlah agen sangat mencolok.

 Baca Juga: Sarankan Pakai Peraturan Pemerintah Akademisi Nilai SE Menpan RB Lemah dalam Penentuan Batas Usia Sekkab

Dia menilai tindakan itu sebagai pelanggaran berat terhadap regulasi. ”Sebab, subsidi yang diberikan pemerintah hanya untuk masyarakat kecil,” katanya.

Menurut dia, pasokan dari Pertamina normal, tidak ada kendala pengiriman dari SPBE ke agen. Namun, di lapangan, masyarakat tetap kesulitan mendapatkan gas dan harganya mahal.

”Ini ada yang bermain, ada agen yang menjual di atas HET, ini pelanggaran serius,” tegasnya. Hairul Anwar menuturkan, para pengecer di tingkat bawah sangat kecil kemungkinannya menjadi pelaku utama.

”Saya juga curiga adanya praktik penimbunan atau pengalihan distribusi yang terjadi di tingkat agen dan subagen,” ulasnya.

Dijelaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan merekomendasikan pencabutan izin usaha terhadap agen maupun subagen, yang terbukti menjual tabung gas di atas HET atau melakukan peninbunan. ”Kami dorong pemerintah cabut izinnya,” tandasnya.

 Baca Juga: Anggaran Mamin Ratusan Juta,  Dewan Janji Perketat Pengawasan Belanja di Dinsos P3A Sumenep

Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menyatakan, distribusi pasokan elpiji tiga kilogram di Kota Keris tergolong aman.

Kelangkaan hanya bersifat sementara karena adanya peningkatan jumlah pembeli pada momen hari besar dan libur panjang.

”Kami sudah pantau di lapangan, distribusi dari SPBE ke agen berjalan dengan normal, tidak ada pengurangan kuota. Kami akan terus pantau pendistribusiannya. Jika ada agen yang bermain nanti akan kami cabut izinnya,” janjinya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#gas elpiji #dprd sumenep #langka