SUMENEP, RadarMadura.id – Seorang jemaah haji asal Sumenep meninggal dunia sehari sebelum terbang ke Tanah Air. Jemaah tersebut bernama Sulahwan, 81, warga Dusun Gunung Pekol, Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-Batang.
Jemaah lanjut usia itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24. Sesuai dengan jadwal, mereka akan tiba di Kabupaten Sumenep pada Kamis (19/6). Sulahwan meninggal dunia sehari sebelum para jemaah diberangkatkan ke Jeddah untuk dipulangkan ke tanah air.
Pelaksana Harian Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sumenep Said Syamsuri menuturkan, sebelumnya Sulahwan sempat dirawat di Rumah Sakit An-Noor, Makkah pada Senin (16/6) sekitar pukul 11.20 waktu setempat. Pada Selasa (17/6) sekitar pukul 19.00 Sulahwan meninggal dunia.
”Almarhum meninggal karena penyakit komplikasi yang dideritanya,” katanya Rabu (18/6).
Berdasarkan laporan dari tim kesehatan, Sulahwan mungkin kecapekan dalam melakukan persiapan menjelang kepulangan. Dia sempat mengeluh sakit. ”Kemudian, oleh tim kesehatan dirujuk ke rumah sakit dan beliau meninggal dunia di sana,” jelas Said.
Kemenag Sumenep menyampaikan kabar duka tersebut kepada keluarga dan turut menyampaikan belasungkawa. ”Semoga beliau husnulkhatimah dan menjadi ahli surga,” tutupnya.
Hingga saat ini, tercatat sudah dua jemaah haji asal Kota Keris yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kedua jenazah dimakamkan di Makkah. Sebelumnya, seorang jemaah haji bernama Misnatun, asal Desa Dasuk Timur, Kecamatan Dasuk, meninggal dunia pada Minggu (8/6). Dia tergabung dalam kloter 25 dan sempat dirawat secara intensif sebelum dinyatakan meninggal dunia. (tif/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti