Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dispendik Sumenep Tegaskan Guru Bukan Sekadar Pengajar

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 14 Juni 2025 | 17:45 WIB
BERKARAKTER: Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra saat membuka pelatihan bimbingan dan konseling di Kedai HK Sumenep. (DISPENDIK UNTUK JPRM)
BERKARAKTER: Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra saat membuka pelatihan bimbingan dan konseling di Kedai HK Sumenep. (DISPENDIK UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep menyelenggarakan pelatihan bimbingan dan konseling (BK) bagi guru tingkat dasar dan menengah sebagai bagian strategi jangka panjang untuk membentuk generasi berkarakter. Kegiatan tersebut berlangsumg selama tiga hari dari Rabu (11/6) hingga Jumat (13/6).

Kegiatan ini diikuti  97 guru dari berbagai satuan pendidikan, yang terdiri dari 15 guru SMP dan 82 guru SD. Peserta mendapatkan materi dari narasumber profesional yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep, serta fasilitator dari internal dispendik.

Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan, dunia pendidikan tidak bisa lagi hanya fokus pada aspek kognitif. Guru harus hadir sebagai pendamping menyeluruh bagi murid, termasuk membangun ketangguhan mental dan karakter.

”Guru bukan hanya pengajar ilmu, tetapi mereka juga harus membentuk anak didik agar kuat secara mental dan moral,” terangnya.

Agus menegaskan, pelatihan ini langkah awal menuju pendidikan yang holistik. Pihaknya ingin membentuk guru-guru yang tidak hanya cakap secara secara akademik, tetapi juga menjadi pilar utama dalam revolusi mental siswa.

”Mereka harus bisa membimbing anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak,” tegasnya.

Agus menjelaskan, pendekatan layanan BK saat ini mencakup dimensi lebih luas, mulai dari psikologis, sosial, hingga nilai-nilai budaya dan spiritual. Menurutnya, pelatihan ini dirancang aplikatif. Sehingga, guru bisa langsung menerapkannya di dalam kelas.

”Mereka harus jadi pendengar yang hadir dengan hati, bukan hanya otoritas yang memberi nilai,” katanya.

Dengan pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membangun.

”Kami harap guru mampu menjadi sosok yang dapat mengantisipasi persoalan psikososial yang sering muncul di kalangan siswa,” harapnya. (tif/luq)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Bimbingan dan konseling #guru #revolusi mental siswa #pendidikan #bukan hanya pengajar #holistik #dispendik sumenep