SUMENEP, RadarMadura.id – Banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Sumenep menuai sorotan. Wakil rakyat mendesak pemerintah agar segera melakukan upaya jangka pendek untuk mengatasi masalah banjir.
Anggota Komisi I DPRD Sumenep Khairul Anwar meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) segera turun tangan untuk menuntaskan masalah banjir.
Yakni, dengan melakukan riset secara menyeluruh. Tujuannya, untuk mengetahui penyebab utama banjir yang semakin mengkhawatirkan.
”Kita butuh peta konkret dan berbasis data untuk mengatasi persoalan ini,” tegasnya.
Brida memiliki posisi yang sangat strategis untuk melakukan kajian mendalam.
Hasil kajian itu akan menjadi pijakan pemerintah daerah dalam menyusun program untuk mengurai masalah banjir.
Sebab, selama ini penanganan banjir hanya bersifat reaktif dan belum menyentuh akar masalahnya.
Maka dari itu, perlu dilakukan pendekatan ilmiah dan akademis. Sehingga, benang kusut persoalan banjir bisa ditangani secara komprehensif, yakni dari hulu ke hilir.
Sedangkan kebijakan dan program penanganan banjir tidak hanya bersifat tambal sulam.
Riset itu menjadi kewenangan Brida untuk memberikan. ”Kita harus segera beranjak dari solusi jangka pendek, pemerintah harus menggunakan hasil riset Brida sebagai dasar kebijakan. Kalau tidak, banjir akan terus menjadi masalah tahunan,” pungkasnya.
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim mengaku akan segera menindaklanjuti masukan wakil rakyat.
Dalam waktu dekat pihaknya akan seegra melaksanakan rapat internal untuk mengurai masalah banjir di Kota Keris.
”Terkait usulan itu, kami akan diskusikan dulu,” singkatnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri