SUMENEP, RadarMadura.id – Ketua Tim Penggerak PKK Sumenep Nia Kurnia Fauzi berkomitmen mengatasi persoalan tengkes (stunting). Dia turun langsung menemui bayi yang mengalami tengkes.
Seperti yang dilakukan ke Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Selasa (6/5).
Pada kesempatan itu dia memberikan bantuan berupa makanan tambahan bergizi, perlengkapan bayi, dan uang tunai.
Dalam kunjungan itu, dia didampingi jajaran TP PKK Sumenep serta dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes P2KB).
Selain itu, ada dari dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos P3A), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta tenaga medis dari puskesmas setempat.
Ketua TP PKK Sumenep Nia Kurnia Fauzi mengatakan, pihaknya sangat serius dalam mengatasi permasalahan tengkes. Butuh peranan banyak pihak untuk mempercepat penanganan masalah ini.
”Stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan persoalan masa depan generasi penerus. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Menurut Nia, merawat anak tengkes tidak mudah. Memerlukan perhatian dan dukungan yang maksimal dari semua pihak. Karena itu, pihaknya hadir mengatasi persoalan tersebut.
”Kami datang bukan sekadar membawa bantuan, melainkan untuk memberikan semangat kepada keluarga agar tetap optimistis dalam merawat anak-anak mereka,” ucap Nia.
Kehadiran Nia dan jajaran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat berkenaan dengan penyelesaian tengkes.
Sebab, stunting dapat diselesaikan dengan penanganan secara khusus. Dia mendorong kader PKK dan tenaga kesehatan desa aktif memantau tumbuh kembang anak.
”Pencegahan stunting sangat bergantung pada gizi seimbang dan perawatan yang rutin. Kami ingin masyarakat sadar bahwa mereka tidak sendiri, pemerintah dan PKK siap mendampingi. Kami akan terus turun ke lapangan. Ini adalah wujud nyata kepedulian kami agar anak-anak di Sumenep bisa tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” imbuhnya. (iqb/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta