Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Produksi Mesin RDF Sumenep Belum Maksimal, Baru Capai 20 Ton dalam 4 Bulan

Achmad Andrian F • Rabu, 30 April 2025 | 18:03 WIB
BERSIH: Petugas membuang sampah ke kontainer di Jalan Raya Lenteng–Batuan Sumenep, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, kemarin. (ERWIN MAULIDIN MM/JPRM)
BERSIH: Petugas membuang sampah ke kontainer di Jalan Raya Lenteng–Batuan Sumenep, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, kemarin. (ERWIN MAULIDIN MM/JPRM)

KOTA, RadarMadura.id – Produksi mesin refuse derived fuel (RDF) tak sesuai dengan proyeksi. Mesin pengolah sampah tersebut diproyeksikan bisa mengolah sampah 20 ton per hari. Namun, sejak beroperasi empat bulan lalu, mesin tersebut hanya mampu produksi 20 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Arif Susanto menyampaikan, mesin RDF telah dioperasikan sejak awal 2025. Alat tersebut diproyeksikan agar dapat mengurangi tumpukan sampah yang masuk ke TPA.

”Dari awal memang belum pernah dijual karena masih menunggu dari PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Nanti mereka yang akan menjemputnya,” ujarnya kemarin (29/4).

Arif mengungkapkan, mesin RDF bisa mengolah sampah hingga 20 ton per hari dan menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Tapi, sejak beroperasi, alat tersebut baru berhasil memproduksi sekitar 20 ton olahan sampah.

”Kami masih menunggu kunjungan tim dari PT SBI ke lokasi untuk proses final sebelum pengiriman dilakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan. Tapi, juga bisa membuka peluang ekonomi baru.

Mesin RDF ini nantinya akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui kerja sama dengan sektor industri.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menyatakan, mesin RDF tidak hanya sekadar mendaur ulang sampah, tapi juga harus bisa membangun kerja sama agar hasil olahan sampah bernilai ekonomis. Selain itu juga harus meningkatkan PAD.

”Kami akan mengawasi seberapa jauh pelaksanaannya di lapangan. Jadi dengan adanya alat itu harus ada visi peningkatan pendapatan daerah,” tegasnya. (tif/bil)

Editor : Achmad Andrian F
#sumenep #produksi RDF belum maksimal #Mesin RDF