SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendapatkan penghargaan dari Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) sebagai tokoh inspiratif pada Sabtu (19/4).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon di Universitas Brawijaya Malang.
Anugerah tersebut diberikan kepada Bupati Fauzi karena kiprahnya dalam pelestarian budaya keris. Yakni, dengan meresmikan monumen keris di Kabupaten Sumenep di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan.
Monumen keris dibangun setinggi 17 meter. Dengan perincian, tinggi fondasi delapan meter. Kemudian, tinggi pegangan sepanjang dua meter dan bilah keris setinggi tujuh meter. Angka 17 itu melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.
Monumen keris tersebut juga memiliki ciri khas tersendiri. Yakni terdapat 45 kelopak bunga yang melambangkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia 1945. Bentuk kerisnya juga melambangkan kekuatan dan kebesaran budaya Madura.
Monumen keris itu mampu mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai monumen keris tertinggi di dunia.
Selain itu, UNESCO juga mengakui Sumenep sebagai daerah pemilik perajin keris (empu) terbanyak di dunia.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersyukur atas penghargaan yang diberikan SNKI. Penghargaan tersebut akan dijadikan dorongan semangat untuk terus melestarikan kebudayaan di Sumenep.
”Penghargaan ini mendorong masyarakat untuk mencintai keris lebih kuat lagi sebagai pusaka dan karya seni,” katanya.
Bupati Fauzi menjelaskan, pembangunan Tugu Keris Arya Wiraraja itu sebagai upaya untuk mengenalkan identitas Kabupaten Sumenep sebagai kota keris dengan nilai sejarah dan budaya yang kuat.
”Tugu keris merupakan bentuk apresiasi terhadap budaya lokal yang perlu terus dilestarikan, dengan harapan bisa menarik perhatian dunia luar untuk mengapresiasi keindahan dan kekayaan budaya Madura, khususnya Kabupaten Sumenep,” ucap Fauzi.
Fauzi berharap, seluruh elemen masyarakat membangun kesadaran kolektif. Bahwa, benda warisan masa lalu, khususnya keris, memiliki nilai sejarah luar biasa. Karena itu, dia mengajak bersama-sama melestarikan budaya yang adiluhung.
”Sebagai generasi muda harus tahu tentang warisan budayanya. Jangan sampai tergeser dengan budaya modern yang berkembang saat ini,” imbuhnya. (iqb/luq)
Editor : Achmad Andrian F