SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep kecipratan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Nilainya mencapai Rp 1,6 miliar.
Kepala Disnaker Sumenep Heru Santoso menjelaskan, anggaran DBHCHT dialokasikan untuk dua kegiatan.
Yakni, pelatihan kerja dan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 2.274 buruh tani tembakau.
”Untuk pelatihan kerja sebenarnya masih sama dengan tahun sebelumnya. Seperti tata boga, rias pengantin, las listrik, menjahit, desain grafis, dan multimedia,” katanya Senin (14/4).
Heru mengungkapkan, pelatihan itu disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.
Selain itu, disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan instruktur pelatihan. Setiap pelatihan, disnaker hanya akan melatih 16 orang.
Heru mengungkapkan, program pelatihan tersebut direncanakan dimulai Mei. Kegiatannya akan berjalan setiap bulan dan berakhir Oktober.
”Untuk jumlah pesertanya rata-rata dalam setiap angkatan 16 orang karena disesuaikan dengan standardisasi. Kalau misal pendaftarnya lebih dari kuota, pesertanya akan kami seleksi,” ungkapnya.
Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menyampaikan, penyaluran DBHCHT untuk OPD pelaksana mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 72/2024 tentang Penggunaan DBHCHT.
Yakni, 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, kesehatan 40 persen, dan penegakan hukum 10 persen.
Dalam regulasi tersebut ada sejumlah perubahan terkait penggunaan DBHCHT.
Baca Juga: Kejaksaan Sumenep Bakal Panggil Kades Lagi, Dalami Dugaan Penyelewengan Program BSPS 2024
Dalam PMK 215/2021 harus disediakan kegiatan prioritas. Pemkab Sumenep memprioritaskan pemberian BPJS Ketenagakerjaan.
”Untuk PMK Nomor 72 Tahun 2024 ini program prioritas ditiadakan. Jadi pemberian BPJS Ketenagakerjaan itu masuk pada bidang kesejahteraan masyarakat, tapi termasuk pemberian bantuan,” terangnya.
Dadang memaparkan, tahun ini alokasi DBHCHT yang diterima Pemkab Sumenep mengalami peningkatan.
Hal itu karena realisasi tahun sebelumnya melebihi 90 persen.
”Ketika realisasi melebihi 90 persen itu, kami dapat poin. Poin itu nanti yang bisa menambah dana DBHCHT dari pusat,” paparnya.
Dadang memastikan anggaran DBHCHT tahun ini akan terealisasi dengan tepat sasaran dan tepat guna, sehingga benar-benar terasa manfaatnya.
”Kami berharap, anggaran DBHCHT benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, banyak kebutuhan masyarakat yang perlu didukung oleh anggaran, termasuk DBHCHT,” tandasnya. (tif/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti