SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memilih tetap menggunakan mobil dinas lama. Tahun ini, Pemkab Sumenep tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mobil dinas baru bagi kepala daerah maupun pejabat.
Achmad Fauzi mengatakan, mobil dinas yang digunakan dirinya dan pejabat Pemkab Sumenep masih layak pakai. Karena itu, anggaran lebih diprioritaskan untuk program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, prioritas anggaran dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Hal itu untuk memaksimalkan alokasi anggaran untuk masyarakat Sumenep.
“Mobil dinas yang sekarang masih layak digunakan. Jadi, tidak ada alasan untuk membeli yang baru. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Raperda Penyertaan Modal Belum Tuntas, DPRD Sumenep Cermati Kepemilikan Saham BUMD
Fauzi mengungkapkan, pembelian mobil dinas baru membutuhkan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Menurutnya, dana sebesar itu lebih baik digunakan untuk program yang langsung dirasakan masyarakat.
”Makanya anggarannya dialihkan untuk kepentingan masyarakat dan mendorong ketahanan pangan,” ucap bupati yang akrab disapa Fauzi itu.
Kepala Bagian Umum Setdakab Sumenep Suharjono menambahkan, pengadaan mobil dinas hanya dilakukan pada 2021. Kala itu, pengadaan dilakukan saat periode pertama Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Ia menjelaskan, mobil dinas yang digunakan bupati adalah Ionic berwarna hitam bernopol M 1541 VP dan Hyundai bernopol M 1 VP.
“Hingga sekarang tidak ada lagi pengadaan mobil dinas untuk bupati. Masyarakat perlu memahami itu agar tidak terjadi kesalahan komunikasi,” tegasnya.
Tokoh pemuda Sumenep, Hamdan Muafi, mengapresiasi keputusan Bupati Fauzi yang tidak membeli mobil dinas baru. Ia menilai kebijakan itu sebagai contoh nyata kepemimpinan sederhana dan pro-rakyat.
Menurut Hamdan, keputusan itu bukan hanya soal penghematan anggaran. Tetapi juga menanamkan nilai kesederhanaan dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan negara.
“Pemimpin seperti ini yang kami harapkan. Tidak mementingkan fasilitas pribadi, tapi lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (bal/dry)
Editor : Hendriyanto