SUMENEP, RadarMadura.id – Nasib nahas dialami Moh. Sai, nakhoda kapal layar motor (KLM) Sampurna. Sebab, kapal 80 gross tonnage (GT) bermuatan kayu dari Provinsi Kalimantan Tengah yang dikemudikan pria asal Kecamatan Pasean, Pamekasan, itu tenggelam di perairan Pulau Gili Iyang saat menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
Peristiwa nahas itu terjadi saat KLM Sampurna mengalami kerusakan mesin pompa tujuh kali Selasa (25/3). Pada pukul 08.00, kapal yang dikemudikan Moh. Sai beserta lima ABK lainnya tidak tertolong dan tenggelam di perairan Pulau Gili Iyang.
Namun, kru KLM Sampurna sempat menyalamatkan diri dengan merakit kayu dan galon menggunakan tali. Setelah tiga hari terombang-ambing di lautan, Moh. Sai bersama lima rekannya terdampar di perairan Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa.
”Berdasarkan keterangan nakhoda, KLM Sampurna mengangkut kayu gelam sebanyak 220 meter kubik dari Provinsi Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep,” ujar Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti.
Enam korban ditemukan selamat setelah sempat dinyatakan hilang akibat kecelakaan laut. Korban ditemukan nelayan setempat di perairan Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak. Yakni, sekitar dua mil dari bibir pantai Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.
Korban ditemukan nelayan bernama Jupri, Kamis (27/3). Saat itu, Jupri berangkat mencari ikan bersama beberapa nelayan lainnya menggunakan perahu motor Empat Saudara.
Setelah sampai di perairan Dusun Nyamplong Ondung, para nelayan menemukan beberapa orang yang melambaikan bendera di tengah laut.
Ketika didekati, mereka mengaku sebagai korban kecelakaan kapal ”Para korban dievakuasi oleh nelayan menuju rumah warga. ”Yakni ke rumah Mukaid di Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa,” katanya.
Penemuan korban laka laut itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kangean. Korban dibawa ke Puskesmas Arjasa untuk dilakukan observasi guna mengetahui kondisi kesehatan para korban.
”Setelah mendapat pertolongan medis di Puskesmas Arjasa, korban dijemput oleh KN SAR Permadi untuk dibawa menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep,” kata Widi. (tif/jup)
.
Editor : Ina Herdiyana