Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Evaluasi PHP, Bawaslu Sumenep Deklarasikan Pusaka Demokrasi

Hendriyanto • Sabtu, 22 Februari 2025 | 23:21 WIB

KOMPAK: Komisioner Bawaslu Sumenep bersama Panwascam berfoto bersama sambil memegang keris di Hotel Myze Sumenep, Jumat (21/2).
KOMPAK: Komisioner Bawaslu Sumenep bersama Panwascam berfoto bersama sambil memegang keris di Hotel Myze Sumenep, Jumat (21/2).

SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep jadikan momen evaluasi terkait dengan perselisihan hasil pemilihan (PHP) untuk mendeklarasikan pusaka demokrasi. Hal itu untuk menegaskan bahwa Bawaslu adalah tonggak demokrasi.

Komisioner Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sumenep Moh. Rusydi Zain ZA menyampaikan, pihaknya mengumpulkan semua Panwascam se-Kabupaten Sumenep dalam rangka mengevaluasi apa yang menjadi pelajaran berharga terkait PHP Sumenep.

Baik dalam menyusun keterangan di Mahkamah Konstitusi (MK) maupun hal lainnya yang terjadi selama pelaksanaan pilkada.

"Misalnya berkaitan dengan data menjadi hal penting yang disorot pada saat perselisihan hasil atau pada tahapan Pilkada," katanya Jumat (21/2) malam.

Baca Juga: Kormi Sumenep Perkuat Internal melalui Raker

Menariknya, dalam kegiatan tersebut setiap Panwascam diminta untuk membawa pusaka yang dimiliki. Tujuannya, sebagai bentuk dukungan moril terhadap penobatan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris, terlebih saat ini Sumenep juga sudah memiliki tugu keris.

Dalam kesempatan itu Bawaslu juga mendeklarasikan pusaka demokrasi. "Bawaslu itu sebagai tombak demokrasi, jadi negara ini dalam pesta demokrasi butuh yang namanya bawaslu, dalam rangka mengawasi setiap tahapan yang dilakukan oleh penyelenggara teknis," terang Rusydi.

Rusydi menegaskan, pihaknya ingin menghidupkan kembali diskusi demokrasi dengan berkaca dari pemilu dan pilkada yang telah dilaksanakan.

"Jadi pengalaman apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang menjadi masukan terhadap rentetan pesta demokrasi di negara ini, ini harus menjadi catatan," jelasnya.

Rusydi menambahkan, kebanggaan Sumenep terhadap keris tidak cukup hanya punya monumen yang berupa tugu keris. Tetapi juga perlu diterapkan dalam pola prilaku kehidupan sehari-hari. Baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Baca Juga: Bawaslu Sumenep Sebut Pengawasan Pilkada 2024 Sesuai Aturan

"Misalnya, seperti memakai keris sebagai atribut. Syukur-syukur, setiap pintu kantor diatasnya terdapat keris," ucapnya.

Menurutnya, melestarikan keris tidak hanya mempertahankan identitas kebudayaan, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap peninggalan nenek moyang bangsa.

Selain itu, keris memiliki nilai filosofi yang tinggi, seperti, simbol kesetiaan, keberanian, dan kebijaksanaan.

"Menghormati keris tidak hanya sekadar merawatnya, melainkan juga menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam keris ke dalam perilaku sehari-hari," tandasnya. (tif/dry)

Editor : Hendriyanto
#pemilu #keris #pilkada #sumenep #bawaslu #panwascam