SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Sumenep mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan Daramista–Sendir, Kecamatan Lenteng.
Anggaran yang disediakan Rp 1.365.810.306. Namun, program tersebut belum tentu direalisasikan tahun ini karena pemerintah harus mengefisiensi anggaran.
Kabid Bina Marga Dinas PUTR Sumenep Salamet Supriyadi mengatakan, rencana pembangunan jembatan Daramista–Sendir, Kecamatan Lenteng, dilakukan tahun ini. Sumber anggarannya dari APBD 2025.
Perbaikan dilakukan karena kerusakan jembatan tersebut sudah lama. ”Iya memang sudah dianggarkan dalam APBD 2025,” katanya.
Namun, Slamet tidak bisa memastikan apakah anggaran tersebut bisa dipergunakan atau tidak. Sebab, pembahasan dampak revitalisasi masih berjalan. Pihaknya belum bisa memastikan kapan pembangunan akan dimulai.
”Itu masih belum jelas. Anggarannya tergantung TAPD. Makanya, kami belum bisa pastikan pembangunannya,” ucap Jufri.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti mana saja pembangunan di Sumenep yang terdampak revitalisasi.
Yang pasti, nanti pemkab harus tetap mengutamakan skala prioritas sebagai pertimbangan penggunaan anggarannya.
”Revitalisasi ini sangat berdampak pada sektor pembangunan di daerah. Hal itu harus kita sadari bersama. Tapi intinya, pembangunan yang urgen dan menyangkut masyarakat luas jangan sampai terkena dampak,” pesannya.
Jembatan Daramista–Sendir ambruk sejak Juni 2022. Jembatan tersebut menjadi penghubung sejumlah desa. Yakni, Desa Meddelan, Sendir, Cangkreng, Daramista, dan Poreh. Saat ini di lokasi dipasang jembatan alternatif dari besi. (iqb/bil)
Editor : Ina Herdiyana