SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berencana mengaktivasi kembali pasar hewan Rubaru dan Dasuk yang telah lama tidak beroperasi.
Salah satu hal yang dilakukan adalah akan memberikan bantuan biaya transportasi kepada komunitas pedagang sapi.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, untuk bisa kembali mengoperasikan pasar tersebut tidak mudah.
Karena itu, pihaknya akan memberikan bantuan biaya transportasi kepada komunitas pedagang sapi agar mereka bisa kembali berjualan.
”Kami akan menanggung biaya transportasi untuk tiga kali pasaran awal sebagai bentuk stimulan kepada para pedagang agar kembali berdagang di pasar ini,” terangnya.
Dijelaskan, bantuan transportasi tersebut akan diberikan berdasar jumlah kendaraan yang digunakan oleh komunitas pedagang, bukan per individu.
Nominalnya berkisar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 tiap perjalanan.
”Dananya nanti berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep,” tuturnya.
Ramli mengungkapkan, program ini sebelumnya tertunda karena persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Namun karena kondisinya semakin membaik, pihaknya akan segera merealisasikan rencana tersebut agar pasar kembali ramai dan perdagangan sapi kembali berjalan lancar.
Dia mengaku, diskop UKM perindag telah berkoordinasi dengan komunitas pedagang sapi.
Melalui kebijakan tersebut, pihaknya optimistis dua pasar hewan tersebut akan kembali aktif, dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi para pedagang dan masyarakat sekitar.
”Saat ini tinggal menentukan waktu yang tepat. Harapannya, setelah tiga kali pasaran, dengan bantuan tersebut, pasar dapat kembali berjalan secara mandiri,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang sapi asal Desa Gingging, Kecamatan Bluto, Ragiman mengakui bahwa sejak awal dirinya belum pernah menjual sapi di dua pasar tersebut. Sebab, pasar tersebut selama ini selalu sepi.
”Dua pasar itu kurang diminati oleh pedagang. Sehingga, pengunjung yang datang sedikit, karena itu banyak pedagang yang malas datang ke pasar tersebut,” tuturnya.
Ragiman menjelaskan, dirinya lebih memilih datang ke pasar lain, misalnya pasar sapi di Kecamatan Lenteng.
Sebab, pasar tersebut lebih ramai dan lebih menguntungkan para pedagang.
”Yang menjadi pertimbangan pedagang pasti jumlah pengunjung, karena pedagang tidak mau merugi,” tandasnya. (tif/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti