Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Anggaran Listrik PJU di Sumenep Belasan Miliar, Dewan Minta Disperkimhub Tekan Biaya Tagihan

Fatmasari Margaretta • Selasa, 28 Januari 2025 | 14:40 WIB
LANCAR: Kendaraan melintas di bawah PJU di Jalan Dr Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Senin (27/1). (MOH. LATIF/JPRM)
LANCAR: Kendaraan melintas di bawah PJU di Jalan Dr Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Senin (27/1). (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Anggaran untuk biaya listrik lampu penerangan jalan umum (PJU) cukup besar.

Selama dua tahun terakhir anggaran yang dihabiskan mencapai belasan miliar.

Karena itu, DPRD Sumenep meminta dinas terkait untuk menekan biaya listrik PJU.

Data yang dihimpun JPRM, pada 2023 anggaran yang dikeluarkan untuk membayar tagihan PJU mencapai Rp 15 miliar.

Pada 2024, tagihan yang dikeluarkan Disperkimhub Sumenep meningkat menjadi Rp 15,6 miliar. Anggaran tersebut dinilai terlalu boros dan harus ditekan.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menegaskan, biaya yang dikeluarkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) cukup besar untuk biaya PJU. Dia eksekutif melakukan efisiensi tagihan listrik.

Sehingga, apabila ada kelebihan anggaran bisa digunakan untuk program lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

”Biaya yang dikeluarkan oleh dinas terkait dalam setiap tahunnya harus bisa ditekan seminimal mungkin,” pintanya Senin (27/1).

Terpisah, Kepala Disperkimhub Sumenep Yayak Nurwahyudi menyampaikan, tingginya pembiayaan yang dikeluarkan karena pemakaian lampu PJU tidak hanya di daerah daratan yang telah terpasang lampu PJU.

Akan tetapi, daerah kepulauan juga sudah terpasang PJU, seperti di Pulau Kangean, Raas, dan Podai.

”Tahun-tahun sebelumnya biaya pemakaian listrik selama sebulan bisa mencapai Rp 1,9 miliar,” tuturnya.

Menurutnya, pembiayaan yang tinggi itu sebelum adanya penggantian taksasi ke kilowatt hours (kWh).

Namun, setelah dilakukan efisiensi, biaya yang dikeluarkan turun signifikan.

”Setiap bulannya biaya pemakaian lampu PJU yang kami keluarkan berkisar Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar,” ungkapnya.

Yayak menyebut, pihaknya tidak pernah menunggak pembayaran ke PLN.

Menurutnya, tingginya pembiayaan tersebut sangat wajar, karena hampir semua jalan kabupaten dan nasional telah dipasangi lampu penerangan, terutama di daerah perkotaan.

Dia berjanji akan terus berupaya untuk menekan pembiayaan listrik PJU. Salah satunya dengan cara melakukan pengecekan secara rutin ke lokasi yang biaya pemakaiannya tinggi.

”Kami akan terus berupaya untuk melakukan penghematan biaya,” tandasnya. (tif/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#listrik #tagihan #pju #efisiensi #penerangan #biaya