Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Fauzi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman, Kuota 2025 Capai 70.835 Ton, Janji Perketat Distribusi

Fatmasari Margaretta • Selasa, 28 Januari 2025 | 14:30 WIB
MERAKYAT: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memotong padi pada kegiatan panen raya padi Nusantara di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Sabtu (11/3/2023). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
MERAKYAT: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memotong padi pada kegiatan panen raya padi Nusantara di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Sabtu (11/3/2023). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Petani di Sumenep tidak perlu khawatir kekurangan pupuk bersubsidi. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjamin ketersediaan selama 2025.

Tahun ini tercatat kuota pupuk bersubsidi mencapai 70.835 ton.

Bupati Fauzi mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan kemudahan kepada para petani dalam produksi pertanian.

Di antaranya, memastikan ketersediaan pupuk tercukupi selama masa tanam 2025.

Dia menegaskan, tahun ini para petani tidak perlu khawatir kekurangan pupuk subsidi.

Sebab, kuota pupuk bersubsidi disediakan sesuai kebutuhan petani.

”Kami menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama 2025,” tegasnya.

Fauzi menyampaikan, pendistribusian pupuk subsidi dipastikan tepat sasaran.

AKRAB: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (baju merah) ngobrol dengan para petani Kota Keris.
AKRAB: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (baju merah) ngobrol dengan para petani Kota Keris.

Petani yang membutuhkan pupuk subsidi pasti kebagian. Tentu disesuaikan dengan data dan alokasi yang tersedia.

”Prioritas kami adalah memastikan pupuk bersubsidi diterima oleh petani yang benar-benar berhak menerima sesuai alokasi yang telah ditentukan,” ujarnya.

Suami Nia Kurnia itu mengungkapkan, pihaknya meningkatkan sinergisitas dalam mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi.

Itu dilakukan agar alokasinya benar-benar diterima petani. Dengan demikian, petani tidak akan lagi kekurangan pupuk.

”Kami juga memperketat pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan dalam pendistribusian pupuk subsidi. Pemerintah telah berkoordinasi dengan distributor dan instansi terkait lainnya,” ungkapnya.

Fauzi menambahkan, langkah yang dilakukan pemerintah sebagai wujud perhatian di sektor pertanian.

Menurutnya, selama ini sektor pertanian menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat. Makanya, perlu di-support dan diperhatikan.

”Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah. Utamanya kepada para petani agar tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan pupuk,” tukasnya. (iqb/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pupuk #Pertanian #Petani #masa tanam #kuota #subsidi