SUMENEP, RadarMadura.id – Perkembangan media sosial (medsos) semakin pesat. Jika dimanfaatkan baik bisa berdampak positif.
Seperti yang dilakukan Fikri Zainurrahman, warga Desa Palongan, Kecamatan Bluto, Sumenep.
Pria 31 tahun itu memanfaatkan live TikTok untuk memasarkan hasil karya warangka keris yang dibuatnya.
Hasilnya cukup efektif karena setiap live terdapat orang yang memesan hasil buat tangannya itu.
Warangka keris yang dibuatnya itu memiliki dua tipe. Terdapat ukiran yang halus atau kecil-kecil serta ukiran yang besar atau kasar.
Harganya juga bervariatif, mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.
Fikri mengatakan, usaha pembuatan warangka keris dirintis sejak masih duduk di bangku SMP sekitar 2006.
Kreativitasnya itu merupakan warisan yang diajarkan oleh orang tuanya. Saat itu proses pemasaran masih menggunakan jaringan perorangan.
”Sejak tahun 2010 ke atas saya mulai memanfaatkan media sosial berupa Facebook. Alhasil, banyak yang memesan dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada juga orang luar negeri yang memesan,” katanya.
Fikri menyampaikan, saat ini perkembangan media sosial memang sangat cepat. Salah satunya TikTok.
Dirinya tentu menyambut baik dan memanfaatkan TikTok tersebut dengan bijak.
”Sekarang kan sudah musimnya TikTok. Jadi saya live saja cara pembuatan warangka keris. Jadi orang bisa melihat langsung cara pembuatannya,” ucapnya.
Cara yang dilakukannya itu rupanya cukup manjur untuk menarik minat penggemar. Setiap kali live TikTok selalu ada orang yang memesan.
”Sejak ada TikTok jelas orderan semakin banyak, dua sampai tiga per harinya. Kalau sebelumnya dalam sehari kadang tidak ada yang pesan sama sekali,” tutur Fikri.
Dia menjelaskan, media sosial tidak semuanya berdampak negatif. Karena itu bergantung bagaimana orang dalam memanfaatkan.
”Kalau dimanfaatkan dengan bijak, justru ini menjadi ladang rupiah bagi kita sebagai penggunanya,” tegas Fikri.
Ketelatenan dalam menghasilkan warangka keris didukung oleh lingkungan.
Desa Palongan merupakan daerah para empu keris selain Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi. Dua desa ini berdekatan. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti