SUMENEP, RadarMadura.id – Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) menekankan pemerataan pendidikan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Hal itu bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi menyampaikan, sarana pendidikan yang tidak layak akan memengaruhi minat pelajar dalam menuntut ilmu.
Sebab, sarpras yang kurang diperhatikan cenderung berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia (SDM). ”Hal itu menjadi salah satu fokus kami sehingga tidak ada kesenjangan antara daerah kepulauan dan daratan,” katanya.
Karena itu, dia meminta dinas pendidikan (dispendik) mengawasi alokasi dana untuk pengerjaan fisik dan berbagai program yang akan dilakukan ke depan agar tepat sasaran.
Sebab, pada tahun anggaran 2024, pihaknya menemukan banyak program yang tidak sesuai dengan harapan.
Dia menginginkan, semua peserta didik di Kota Keris mendapat perlakuan dan fasilitas yang sama.
”Kami menginginkan, hal-hal yang terjadi tahun sebelumnya tidak terjadi lagi tahun ini. Dengan begitu, kualitas pendidikan di Sumenep semakin merata,” ujarnya.
Mulyadi menegaskan, sementara ini pihaknya masih fokus pada pengerjaan fisik program 2024. Sebab, banyak kejadian di 2024 yang dinilai sangat mencoreng dunia pendidikan di Sumenep.
”Seperti soal kasus pencabulan, TPPO, perselingkuhan, dan lainnya. Karena itu, akan disediakan waktu khusus untuk membahas hal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang lagi tahun ini,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya belum menyentuh pada pelaksanaan pendidikannya. Dewan butuh waktu khusus untuk merapatkan hal tersebut karena pasti membutuhkan waktu panjang. (tif/luq)
Editor : Ina Herdiyana