Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DKPP Sumenep Terima Ribuan Dosis Vaksin untuk Kendalikan Penyakit Ternak

Achmad Andrian F • Kamis, 23 Januari 2025 | 16:48 WIB

 

HEWAN TERNAK: Para pedagang membawa sapinya ke Pasar Kamisan di Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (9/1). (MOH. LATIF/JPRM)
HEWAN TERNAK: Para pedagang membawa sapinya ke Pasar Kamisan di Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (9/1). (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menerima ribuan dosis vaksin. Vaksin tersebut untuk mengendalikan penyakit pada hewan ternak.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, pihaknya menerima sebanyak 7.000 vaksin untuk kesehatan ternak.

Proses pendistribusian vaksin disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi kalau ada daerah yang membutuhkan, maka akan didistribusikan.

Pria yang akrab disapa Inung itu mengungkapkan, penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) yang sebelumnya menyerang ratusan sapi di Kota Keris kini telah reda.

”Sapi di Sumenep yang terserang BEF memang cukup banyak, tetapi sekarang sudah mereda,” ungkapnya.

Menurutnya, BEF juga dikenal sebagai demam tiga hari. Biasanya, hewan ternak kehilangan nafsu makan dan minum (anorexia), demam di atas > 39°C, gemetar (hipertermia), dan keluar leleran cairan (serous) dari hidung (leleran nasal).

Selain itu, mengalami pembengkakan pada sendi yang dapat mengakibatkan pincang hingga ambruk dan diiringi dengan kembung. Penyakit ini disebabkan virus dengan penghantar nyamuk.

”BEF ini menular dari satu sapi ke sapi yang lain. Bisa disertai dengan timpani atau perut kembung karena konsumsi rumput muda yang langsung diberikan pada sapi,” tuturnya.

Karena itu, Inung meminta masyarakat tetap menjaga kebersihan kandang dengan menyemprotkan disinfektan untuk mencegah persebaran penyakit.

Selain itu, apabila ditemukan kendala pada sapi harus segera melapor ke petugas agar segera ditangani.

”Kami minta masyarakat segera melapor ke petugas di masing-masing kecamatan jika sapinya sakit agar bisa segera ditangani. Jangan menunggu sakitnya parah,” ujarnya.

Berkaitan penyakit mulut dan kuku (PMK), Inung mengaku ditemukan puluhan kasus di Sumenep. Namun, sebagian besar sudah bisa ditangani dengan baik oleh petugas.

”Yang penting jangan sampai terlambat penanganannya. Kemudian, pisahkan sapi yang sakit dengan sapi yang sehat agar tidak ketularan,” pesannya. (tif/bil)

Editor : Achmad Andrian F
#penyakit #sumenep #vaksin #dkpp #hewan ternak