SUMENEP, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor hasil retribusi pasar 2024 tidak tercapai kembali.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep beralasan banyak pedagang menunggak retribusi.
Kepala Bidang Perdagangan Diskop UKM Perindag Sumenpep Idham Halil membenarkan tidak tercapainya PAD tersebut.
Hingga tutup tahun, PAD yang dihasilkan mencapai 97,15 persen atau Rp 57.000.000 dari target Rp 2 miliar.
”Ada beberapa kios yang belum membayar uang retribusi. Akibatnya, target PAD tidak tercapai,” terangnya Kamis (2/1).
Idham mengaku telah memaksimalkan penagihan retribusi. Sebagian pedagang sudah melakukan pembayaran, tetapi masih digunakan untuk menutupi tunggakan tahun sebelumnya. ”Jadi, untuk retribusi tahun ini, kios-kios itu tetap melakukan penunggakan,” ungkapnya.
Menurut dia, seharusnya dengan itu semua target PAD 2024 ini tercapai 100 persen. Namun, pembayaran pedagang untuk menutupi tunggakan tahun sebelumnya sehingga berpengaruh terhadap capaian PAD.
”Untuk tahun ini, ada rencana kenaikan. Namun, nilainya berapa masih dalam tahap sinkronisasi data dulu,” katanya.
Idham mengaku, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah yang akan dilakukan agar target PAD pasar tercapai tahun ini.
Salah satunya dengan mengaktifkan kembali pasar hewan, termasuk mengoptimalkan penarikan retribusi pasar di wilayah kepulauan. ”Tetapi, untuk finalnya, kami akan rapatkan dulu,” tandasnya.
Perolehan retribusi pasar pada 2023 juga tidak mencapai target. Pemkab hanya meraup 80 persen atau Rp 1,6 miliar dari target Rp 2,1 miliar.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mempertanyakan kinerja diskop UKM perindag selama ini.
Sebab, target yang dibebankan pada organisasi perangkat daerah (OPD) telah disesuaikan dengan potensi masing-masing. ”Jangan-jangan ada kebocoran. Nanti kami evaluasi itu,” tegasnya. (tif/luq)
Editor : Ina Herdiyana