Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belasan Ternak di Sumenep Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku, Apa Sebabnya?

Hera Marylia Damayanti • Senin, 16 Desember 2024 | 15:35 WIB
SEHAT: Salah satu peternak sedang merawat hewan ternaknya di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Minggu (15/12). (MOH. LATIF/JPRM)
SEHAT: Salah satu peternak sedang merawat hewan ternaknya di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Minggu (15/12). (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menyerang hewan ternak di daerah Sumenep.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mencatat ada 17 ekor sapi terinfeksi penyakit yang disebabkan aphthovirus.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep Zulfa mengutarakan, munculnya kasus PMK di Kota Keris terjadi sejak akhir November.

Dia menduga, penyakit tersebut muncul karena ada hewan ternak yang masuk dari luar daerah.

”PMK sekarang muncul lagi di Sumenep, sekitar 17 sapi yang terkena PMK,” tuturnya Minggu (15/12).

Zulfa menyampaikan, biasanya masyarakat membeli ternak setiap habis masa panen tembakau.

Ternak yang dibeli dari pasar itulah yang berpotensi menyebarkan penyakit. Belasan sapi yang terdeteksi PMK itu sebagian ada di Kecamatan Lenteng.

Menurut dia, masyarakat sudah mengetahui cara melapor jika ditemukan ternak yang bermasalah.

Saat ini setiap kecamatan sudah ada petugas sehingga penanganannya lebih cepat.

Dia mengeklaim, belasan ekor sapi yang terserang virus itu sudah tertangani dengan baik.

”Kalau melapor ke petugas, langsung ditangani dengan cepat. Pokoknya kalau tidak mendatangkan sapi baru itu relatif aman,” ujarnya.

Zulfa menjelaskan, jumlah kasus PMK juga terlapor di sistem Informasi Kesehatan Hewan Indonesia (iSIKHNAS). Itu terdeteksi sejak akhir November.

Untuk mencegah PMK meluas, pihaknya terus melakukan pemantauan dan mengarahkan peternak untuk melakukan karantina terhadap sapi yang sedang sakit dan fokus pengobatan.

Selain itu, menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan yang bagus pada ternak.

”Kami akan terus memantau. Sapi yang sakit itu jangan digabung dengan sapi yang sehat,” imbaunya.

Peternak sapi asal Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, Yanti menuturkan, dirinya belum mendengar hewan ternak yang terkena PMK.

Meski begitu, ia meminta pemerintah mengontrol kesehatan hewan ternak masyarakat, terutama yang ada di pasar-pasar hewan.

”Kalau di daerah sini, alhamdulillah belum ada yang terkena PMK,” tuturnya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turun ke lapangan memantau langsung kondisi kesehatan ternak.

Hewan ternak yang terjangkiti PMK diminta segera divaksinasi.

”Pastikan hewan ternak yang terinfeksi itu tertangani dengan baik. Jangan sampai menular ke ternak yang lain, karena bisa merugikan masyarakat,” pintanya. (tif/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#terserang virus #karantina #Penyakit Mulut dan Kuku #sapi #pemantauan #dkpp #pmk #hewan ternak #pengobatan