SUMENEP, RadarMadura.id – Proses pengerjaan proyek Jembatan Beraji belum tuntas.
Rekanan berdalih faktor cuaca menjadi penyebab lambatnya pengerjaan. Sehingga, ada tambahan waktu selama 20 hari.
Sebelumnya, masa pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut selama 180 hari dimulai 4 Juni hingga 30 November 2024.
Namun, rekanan mendapatkan tambahan waktu selama 20 hari hingga 20 Desember 2024.
Kegiatan itu dibiayai APBD Provinsi Jawa Timur 2024 dengan anggaran sebesar Rp 10,2 miliar.
Proyek itu digarap oleh PT Tri Jaya Cipta Makmur yang beralamat di Jalan Raya Sugio, Nomor 2, Dampit, Kabupaten Lamongan, dengan nomor kontrak 602/0604/103.6.11.04/2024.
Program tersebut melekat pada Dinas PU Bina Marga Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Pamekasan.
Surveyor PT Tri Jaya Cipta Makmur Fahmi Azhar menjelaskan, saat ini proses pengerjaan proyek dalam tahap akhir.
Dia memastikan hingga akhir deadline nanti proyek tersebut dapat dituntaskan.
”Saat ini proses pengerjaan hanya tinggal pengecoran di sebelah barat jembatan, pengaspalan, pemasangan ornamen, pembersihan tumpukan tanah bekas galian, dan ada sebagian cor yang harus diperbaiki,” terangnya saat ditemui di lokasi proyek.
Fahmi mengaku, proses pengerjaan proyek jembatan itu memang dikebut, karena harus selesai dalam beberapa hari lagi.
Baca Juga: Penetapan Tersangka Tunggu Klarifikasi Rampung, Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah
Sehingga, para pekerja harus lembur sampai tengah malam dalam setiap harinya.
”Lambatnya proses pengerjaan karena faktor cuaca yang tidak bersahabat, sehingga beberapa proses pengerjaan harus ditunda. Karena itu, para pekerja saat ini harus lembur untuk segera menyelesaikan pekerjaan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPT PJJ Pamekasan DPU Bina Marga Jatim Hasan Busri tidak dapat dimintai keterangan. Saat dihubungi, nomor yang bersangkutan tidak aktif. (tif/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti