SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sumenep mendapat penghargaan kategori kepala perangkat daerah inovatif predikat top 10.
Penghargaan itu diraih pada ajang anugerah inovasi daerah dan inovasi teknologi (Inotek) Award Provinsi Jawa Timur 2024.
Penghargaan itu tidak lepas dari berbagai program yang dilaksanakan Brida Sumenep untuk menjadi think tank pemerintah daerah dalam memberikan rekomendasi hasil kajian berbasis bukti. Selain itu, mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah.
Kepala Brida Sumenep Benny Irawan menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan pembinaan dan penguatan ekosistem inovasi melalui Anugerah Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Agustus sampai September 2024. Tujuannya, menciptakan budaya inovasi di Kabupaten Sumenep.
”Sebagai entitas baru di Pemkab Sumenep, kami mulai aktif melaksanakan tugas sejak awal 2024, guna mendorong percepatan pembangunan daerah. Kehadiran kami sejalan dengan tujuan otonomi daerah yaitu mencapai kesejahteraan rakyat, meningkatkan pelayanan publik dan daya saing daerah,” terangnya Rabu (11/12).
Benny menjelaskan, Brida Sumenep dibentuk oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep 70/2023.
Brida bertugas melaksanakan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penelitian.
Di sisi lain, pihaknya melakukan pengembangan, kajian dan penerapan, serta invensi dan inovasi di daerah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Juga, melaksanakan penyusunan rencana induk dan peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah.
”Kami harus mengorkestrasikan seluruh elemen dan potensi riset dan inovasi daerah. Implikasinya, Brida harus dibangun dan diisi oleh para pemangku kepentingan yang merupakan representasi dari berbagai elemen Pentahelix,” jelasnya.
Benny menambahkan, hasil kajian diatur dalam Undang-Undang 11/2019 tentang Sistem Nasional Iptek.
Disebutkan, bahwa hasil penelitian dan pengembangan wajib dipublikasikan dan diseminasikan oleh SDM atau kelembagaan iptek.
”Karena itu, kami melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi publikasi hasil riset. Di antaranya melalui media sosial podcast dan jurnal ilmiah keraton,” imbuhnya. (tif/bil)
Editor : Achmad Andrian F