KOTA, RadarMadura.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Sumekar harus lebih bekerja keras. Sebab, tahun ini harus mampu menyetor retribusi ke pendapatan asli derah (PAD) sebesar Rp 300 juta.
Direktur Perumda Air Minum Sumekar Febmi Noerdiansyah mengungkapkan, setiap tahun pihaknya ditarget menyumbang retribusi ke PAD.
Tahun ini dibebani target PAD Rp 300 juta. ”Nanti kami penuhi (target PAD) di akhir tahun,” katanya.
Febmi mengaku, hingga sekarang pihaknya memiliki pelanggan 18 ribu. Namun, yang aktif membayar hanya 15 ribu pelanggan. Sedangkan tiga ribu lainnya tidak aktif karena mayoritas rumahnya tidak berpenghuni.
Baca Juga: DPUTR Sumenep Sediakan Ratusan Juta untuk Food Court di Pantai Lombang
Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya maksimal agar target yang dibebankan pada perusahaannya itu tetap tercapai.
Berbagai cara dan upaya akan terus dilakukan. ”Untuk saat ini, cukup efisiensi biaya operasional dan pengeluaran yang tidak begitu urgen,” ucapnya.
Dia masih akan berupaya menaikkan tarif abonemen pelanggan. Tahun ini pihaknya berencana menaikkan biaya abonemen tersebut hingga Rp 40.000.
”Untuk saat ini, tarif abonemen yang diberlakukan masih Rp 38.000,” ujar Febmi.
Febmi mengaku, setiap tahun abonemen memang dinaikkan. Sebab, masih jauh di batas bawah kebijakan gubernur.
Yang mana sesuai kebijakan gubernur batasnya Rp 44.000. ”Yang jelas, kenaikannya masih di bawah ketentuan,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Achmad Andrian F