SUMENEP, RadarMadura.id – KMP Munggiyango Hulalo seharusnya sudah melakukan docking pada awal Agustus lalu.
Tapi, Kementerian Perhubungan memperpanjang pelayaran hingga Sabtu (21/9). Sebab, KMP DBS III belum beroperasi.
Dengan demikian, masa berlayar KMP Munggiyango Hulalo tinggal sepekan. Hal tersebut membuat masyarakat kepulauan, utamanya Kangean, resah.
Sebab, jika KMP Munggiyango Hulalo menjalani docking, berpotensi mengganggu perekonomian masyarakat Pulau Kangean.
Warga Desa Laok Jangjang Moh. Ihsan mengatakan, keberadaan KMP Munggiyango Hulalo membantu masyarakat Pulau Kangean selama KMP DBS III tidak beroperasi.
Termasuk dirinya yang berprofesi sebagai pedagang sayuran dan sembako.
Ihsan menuturkan, selama ini masyarakat Pulau Kangean bergantung pada kapal pelayaran tersebut.
Yakni, untuk membawa barang dagangan dan kebutuhan lainnya. Baik dari daratan ke Kangean maupun sebaliknya.
”Kalau semuanya tidak beroperasi, yang jelas penyeberangan sangat terganggu. Aktivitas mengangkut sayur, material bangunan, dan lainnya juga tidak bisa dikirim ke Kangean,” ucap pria 34 tahun tersebut.
Saat ini dirinya dan warga lainnya mulai resah. Sebab, minggu depan KMP Munggiyango Hulalo memasuki masa docking.
Sekarang kapal ini beroperasi karena mendapatkan kebijakan khusus. Sementara, waktu berlayar tinggal sedikit lagi.
”Yang ditakutkan, KMP DBS III belum bisa berlayar, sedangkan KMP Munggiyango Hulalo masuk masa docking. Jelas nanti akan mengganggu perekonomian masyarakat,” ungkap Ihsan.
Dia mengungkapkan, saat KMP DBS III dan KMP Munggiyango Hulalo tidak beroperasi, memang masih ada kapal perintis lainnya.
Namun, jadwalnya tidak menentu. Hal itu juga menghambat aktivitas perekonomian warga kepulauan.
”Meski ada kapal perintis, cuma jadwalnya tidak menentu. Kadang seminggu sekali, kadang juga 10 hari sekali,” ungkap Ihsan.
Terpisah, anak buah kapal (ABK) KMP Munggiyango Hulalo Didik mengutarakan, kapal seharusnya sudah menjalani docking.
Akan tetapi, ada permohonan dari Pemkab Sumenep untuk memperpanjang masa operasi karena KMP DBS III belum berlayar.
”Iya, ini diperpanjang berlayarnya karena ada permohonan dari pemkab. Seharusnya KMP Munggiyango Hulalo ini sudah docking,” tuturnya.
Dirinya mengaku, belum mengetahui apakah masa berlayar akan diperpanjang lagi atau tidak.
Sebab, hingga sekarang belum ada pemberitahuan lanjutan dari Pemkab Sumenep. ”Tidak tahu juga nanti akan ada surat perpanjangan atau tidak,” ucapnya.
Didik menjelaskan, jadwal docking KMP Munggiyango Hulalo Sabtu (21/9). Kapalnya harus ada di Surabaya usai berlayar dari Kangean ke Kalianget.
Setelah itu, langsung bergeser ke tempat docking kapal di Surabaya.
”Tanggal 21 harus sudah docking. Jadi usai menurunkan penumpang di Kalianget, kapal akan langsung geser,” paparnya.
Direktur Operasional PT Sumekar Line Imam Mulyadi memilih bungkam. Berulang kali dihubungi ke nomor handphone yang bersangkutan tidak merespons.
Begitu juga dengan pesan WhatsApp, hanya dibaca dan tidak dibalas. (iqb/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti