SUMENEP, RadarMadura.id – Timbunan tanah urukan di lokasi proyek pembangunan drainase di Jalan dr Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, menimbulkan debu tebal saat angin kencang. Kondisi tersebut duduga menjadi penyebab laka lantas dua pengendara motor Sabtu (14/9).
Mohammad, 30, warga Kecamatan Lenteng, mengaku berasa di lokasi kenadiaan saat laka lantas terjadi. Awalnya, Mohammad berkendara dari arah barat. Saat itu, terdapat dua pengendara roda yang melaju ke arah yang sama.
Kemudian, tiba-tiba ada kendaraan roda dua dari utara yang mau menyeberang. Karena jalanan dipenuhi debu, tabrakan tidak terhindarkan. ”Itu yang tabrakan dari barat dan utara. Untung pelan laju kendaraannya sehingga tidak terjadi apa-apa,” katanya.
Menurut dia, debu tersebut berasal dari sisi selatan jalan. Dimungkinkan dari timbunan proyek drainase yang sedang digarap. ”Kebetulan saat itu anginnya kencang. Jadi, debunya bertebaran ke mana mana,” ucap Mohammad.
Mohammad menambahkan, saat itu dirinya tidak melihat ada pekerja di lokasi proyek. Meskipun, debu bertebaran di mana-mana mengganggu pengendara. ”Saya lihat saat itu tidak ada pekerja,” imbuhnya.
Penanggung jawab lapangan CV Jati Wangi Alvin mengaku mendapat banyak keluhan dari pengendara maupun masyarakat setempat mengenai debu yang mengganggu pandangan warga. Debu yang berhamburan disebabkan angin yang cukup kencang.
Akibatnya, material timbunan dari tanah urukan itu terembus. ”Iya Sabtu (14/9) memang banyak yang komplain,” katanya.
Pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan situasi yang dikeluhkan masyarakat. Sebab, kalau dilakukan penyiraman khawatir pasangan u-ditch berubah. Untuk itu, pihaknya masih akan berkonsultasi dengan konsultan penagwas.
”Ini masih mau dirembuk dengan konsultan pengawas. Apakah boleh disiram air atau tidak. Kalau boleh, nanti akan kami lakukan penyiraman,” ucap Alvin. (iqb/jup)
Editor : Ina Herdiyana