SUMENEP, RadarMadura.id - Satu dekade sudah Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dikelola BPJS Kesehatan. Berjuta manfaat telah dirasakan oleh rakyat Indonesia, tak hanya di kota besar, manfaatnya pun telah merambah ke berbagai pelosok negeri.
Tak ayal, manfaat ini kemudian mendapat respon yang positif. Salah satunya datang dari Muinna (75), warga Desa Marengan Daya, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Nenek ini menceritakan pengalamannya saat mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Pamolokan Kabupaten Sumenep.
Mulanya Muinna merasakan nyeri yang tak tertahankan pada bagian depan giginya. Namun ia tak mengindahkan dan menganggap hal tersebut biasa terjadi mengingat usianya yang telah lanjut. Semakin lama rasa nyeri tersebut semakin menjadi, hingga mengganggu aktivitas keseharian Muinna.
Sebelum mengakses layanan kesehatan di Puskemas Pamolokan, Muinna sempat mengonsumsi obat pereda nyeri gigi yang dijual secara bebas. Namun nyatanya, obat tersebut tak mampu menghilangkan rasa nyeri yang ia rasakan. Hingga akhirnya keluarga Muinna memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke Puskesmas Pamolokan.
Baca Juga: Berikan Layanan Terbaik, Pasien Pensiunan Peserta JKN Merasa Puas
“Saya sampai merasa sulit untuk makan dan tidur. Karena saya tahu Puskesmas Pamolokan ini melayani JKN, dan kebetulan juga tidak jauh dari rumah. Jadi keluarga memutuskan membawa saya ke Puskesmas Pamolokan,” katanya saat ditemui di kediamannya di Desa Marengan Daya, Kamis (22/7).
Setibanya di Puskesmas Pamolokan, dirinya menjalani pemeriksaan gigi dan konsultasi dengan dokter gigi yang bertugas di sana. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan kondisi gigi depan Muinna dalam kondisi yang rapuh sehingga memerlukan tindakan pencabutan dan perawatan dengan segera.
Dirinya pun sempat merasa khawatir dengan prosedur medis yang harus ia jalani. Namun dengan dukungan dari tenaga medis yang bertugas, Muinna menjalani proses pencabutan gigi yang bermasalah tersebut.
“Alhamdulillah, prosesnya lancar dan tidak ada masalah. Penanganan dari dokter juga baik, profesional, tidak sedikitpun saya diperlakukan berbeda dengan pasien umum. Saya juga diberi obat lengkap, tidak ada obat yang harus saya beli di luar. Saya bersyukur dan merasa lega, akhirnya saya tidak merasakan sakit gigi lagi,” jelasnya dengan tersenyum.
Baca Juga: Tiga Tahun Holding Ultra Mikro BRI Group Layani 176 juta Nasabah Simpanan dan 36,1 Juta Debitur
Selain yakin dengan kepiawaian tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Pamolokan, hati Muinna tenang karena berkat JKN dirinya tak perlu lagi khawatir dengan biaya yang harus ia keluarkan untuk pengobatannya. Terlebih saat ini peserta JKN semakin dimanjakan dengan kemudahan akses layanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah sudah ada JKN, ditanggung semua biayanya oleh Program JKN. Saya beruntung, apalagi dari tempat saya akses ke Puskesmas juga sudah mudah. Terima kasih saya sampaikan kepada pemerintah,” tuturnya haru.
Kedepannya Muinna berencana untuk lebih menjaga kesehatan, tak hanya kesehatan pada giginya namun juga seluruh tubuhnya. Baginya, walau telah dijamin oleh JKN, dirinya tetap tak ingin mengulang pengalaman sakit kembali.
Baca Juga: Lokasi Tes CPNS Area Madura di Pamekasan
Atas pengalamannya, Muinna berharap semakin banyak orang yang diberikan kemudahan dalam mengakses layanan jaminan kesehatan. Ia pun berharap Program JKN dapat terus berjalan berkesinambungan serta membawa semakin banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Ya walaupun sudah ada JKN, tetap tidak mau sakit lagi. Jadi saya akan lebih rajin menjaga kebersihan dan rutin memeriksakan kesehatan ke Puskesmas. Semoga Allah memberikan kesehatan pada saya. Saya sungguh berharap semoga Program JKN ada terus dan sukses. Program ini dapat membantu lebih banyak orang seperti saya. Terima kasih Pemerintah dan BPJS Kesehatan,” ujarnya penuh tekad. (*/par)
Editor : Hendriyanto