Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jembatan Alternatif di Desa Braji, Sumenep, Resahkan Warga

Berta SL Danafia • Selasa, 3 September 2024 | 14:10 WIB
MENAHAN BEBAN: Kendaraan melintas di jembatan sementara di Desa Braji, Kecamatan Gapura, Sumenep, Senin (2/9).
MENAHAN BEBAN: Kendaraan melintas di jembatan sementara di Desa Braji, Kecamatan Gapura, Sumenep, Senin (2/9).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pengerjaan penggantian jembatan Braji yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kota Sumenep dengan Kecamatan Gapura masih berlangsung.

Namun, jembatan alternatif yang berstatus jembatan sementara di proyek tersebut meresahkan warga.

”Meski jembatan ini bersifat sementara, tetap harus ada tiang penyangga sebagai penopang beban yang cukup berat,” kata salah satu warga, Sulaiman.

Setiap melintasi jembatan tersebut dia waswas. Sebab, jembatan sementara itu tidak hanya dilewati oleh sepeda motor, melainkan truk pengangkut alat berat juga melintas.

Beban berat itu sangat berpotensi membahayakan pengendara lainnya apabila konstruksi jembatan tidak kokoh.

”Beban jembatan itu tentunya sangat besar. Kalau tidak ada tiang penyangga seperti paku bumi, risiko untuk ambruk sangat besar,” jelasnya.

”Sebab, setiap hari banyak kendaraan yang melintasi jembatan tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPT PJJ Pamekasan DPU Bina Marga Jatim Hasan Busri tidak dapat dimintai keterangan terkait hal tersebut.

Saat dihubungi, nomor yang bersangkutan tidak aktif.

Koran ini juga sudah berupaya menghubungi PPK Penggantian Jembatan UPT PJJ Pamekasan Moh. Hadiyatullah.

Namun, saat dihubungi, nomor yang bersangkutan juga tidak aktif.

Sekadar diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh DPU Bina Marga Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Pamekasan.

Pelaksana proyek jembatan tersebut adalah PT Tri Jaya Cipta Makmur dengan anggaran Rp 10,2 miliar. Anggaran itu bersumber dari APBD Jawa Timur 2024. (tif/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sumenep #jembatan #alternatif #beban