Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dua Kapal Docking, Pelayaran Rute Kalianget Menuju Kepulauan Sumenep Terganggu

Ina Herdiyana • Selasa, 30 Juli 2024 | 13:50 WIB
SEPI: Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Kalianget, Sumenep, sepi dari aktivitas pelayaran. Hanya terlihat kapal perintis di dermaga, Senin (29/7). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
SEPI: Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Kalianget, Sumenep, sepi dari aktivitas pelayaran. Hanya terlihat kapal perintis di dermaga, Senin (29/7). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Penyediaan fasilitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, kembali terganggu.

Dua kapal, yakni Sabuk Nusantara (Sanus) 91 dan Sanus 92, masuk masa docking.

Akibatnya, warga yang akan berangkat ke kepulauan harus menunda pelayaran. Termasuk warga yang dari kepulauan menuju daratan Sumenep.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Azwar Anas tidak memungkiri gangguan jadwal pelayaran atau sedang kosong.

Meski ada, yakni Kapal Express Bahari. ”Untuk (Sanus) 91 karena memang sudah waktunya perbaikan dan 92 ada kerusakan,” katanya kepada JPRM Senin (29/7).

Anas mengatakan, problem yang dialami Sanus 92 itu yakni baling-balingnya patah. Itu terjadi ketika ada di Pulau Sapeken. Karena itu, demi keselamatan, kapal tersebut harus masuk docking.

”Jadi, baling-balingnya itu tinggal dua. Makanya, tidak diberangkatkan, pertimbangannya adalah keselamatan,” ucapnya.

Dia mengatakan, itu sudah menjadi perhatian khusus dan akan dibawa ke meja rapat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dengan demikian, kekosongan pelayaran tersebut mendapat solusi. ”Hari ini kami mau rapat emergency dengan Kemenhub. Nanti kami minta solusi terbaik,” ungkapnya.

Anas memaparkan, rute pelayaran Sanus 91 dan 92 itu Surabaya, Sapeken, Karamian, Masalembu, Kalianget, dan Banyuwangi. Namun, berhubung docking, otomatis pelayaran kosong.

”Hulalo (KMP Munggiyango Hulalo) itu tanggal 4 Agustus juga waktunya docking,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Raka-Raki, Disbudporapar Sumenep Matangkan Persiapan, Bakal Gunakan Batik Binaan Rutan

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengaku belum mendengar informasi tersebut.

Namun, dia akan mendesak pemerintah kabupaten (pemkab) mencarikan solusi.

Hamid menjelaskan, ketika pelayaran kosong, akan berdampak pada banyak hal. Terutama sektor ekonomi masyarakat kepulauan, termasuk distribusi barang, baik berupa bahan pokok maupun lainnya.

”Jangan sampai ini berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat kepulauan. Saya harapkan ini menjadi atensi Pemkab Sumenep,” katanya. (di/luq)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#kapal #pelayaran #sumenep #docking #kalianget