SUMENEP, RadarMadura.id – Kru bus tidak bisa leluasa memarkir armada di Terminal Arya Wiraraja Sumenep. Sebab, saat ini terminal tipe A di Kota Keris itu sedang direnovasi.
Selama masa pengerjaan, bus hanya diperkenankan masuk untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Biasanya bus parkir di dalam terminal setelah menurunkan penumpang. Namun, sekarang mereka harus keluar terminal untuk mencari tempat istirahat.
Sebab, di terminal hanya disediakan tempat menaikkan penumpang.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, saat ini bus tidak bisa lagi beristirahat di terminal.
Sebab, teminalnya direnovasi. Bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) harus diparkir di luar terminal.
”Saat ini sebagian bus ada yang diparkir di garasi masing-masing. Bahkan, ada yang menyewa lahan warga untuk dijadikan tempat parkir sementara,” katanya.
Imam mengaku, bus memang tidak bisa parkir di teminal karena tempatnya sangat terbatas. Selama proses renovasi, terminal hanya diperuntukkan menurunkan dan menaikkan penumpang.
”Jadi setelah menurunkan penumpang, bus diarahkan keluar terminal. Kalau mau berangkat, mereka baru masuk lagi ke terminal,” ucapnya.
Menurut dia, saat awal pengerjaan renovasi terminal, sopir sempat memarkir bus di pinggir jalan umum.
Sebab, mereka tidak tahu jika ada pengerjaan proyek. Karena itu, pihaknya mengambil langkah cepat untuk mengarahkan sopir memindahkan armadanya agar tidak mengganggu lalu lintas.
Baca Juga: Bantuan Dana Hibah untuk Pokdakan di Sumenep Stagnan
”Saat awal digarap memang banyak diparkir di luar terminal. Tapi, langsung kami kondisikan,” imbuh Imam.
Sementara itu, penanggung jawab pengerjaan dari PT Bahana Suprindo Kreasi Doni belum bisa memberikan keterangan berkenaan dengan target pengerjaan proyek tersebut.
Sebab, berulang kali dihubungi ke nomor handphone-nya tidak ada respons.
Proyek renovasi Terminal Arya Wiraraja tersebut memiliki nomor kontrak 67/PPK.PGB/BPTD-JATIM/V/2024.
Tanggal kontrak 21 Mei 2024 dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender. Kegiatan fisik ini digarap PT Bahana Suprindo Kreasi dengan supervisi PT Wisanggeni Jasa Teknik.
Berdasarkan data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), proyek tersebut memiliki pagu anggaran Rp 28.899.000.000.
Dana puluhan miliar itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Satuan kerja yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut yakni BPTD Wilayah XI Jawa Timur.
Dana tersebut akan dipergunakan untuk berbagai item pekerjaan. Di antaranya, bangunan terminal, pembangunan pos jaga, dan pembangunan rumah genset.
Kemudian, pekerjaan infrastruktur jalan, saluran buis beton keliling terminal, saluran box culvert, pagar, taman, rambu-rambu, serta pekerjaan kawasan elektrikal dan mekanikal.
Pada tahap lelang, lima rekanan melakukan penawaran. Yakni, PT Bahana Suprindo Kreasi, PT Hapsaka Mas, PT Berkarya Bersama Nusa, CV Nalladipha Persada, dan PT Kartikasari Manunggal Putra.
PT Bahana Suprindo Kreasi memenangkan lelang itu dengan harga penawaran Rp 26.021.331.200. (iqb/luq)
Editor : Ina Herdiyana