SUMENEP, RadarMadura.id – Semua desa di Sumenep bakal ditinggalkan kalebun masing-masing akhir bulan ini.
Mereka akan mengikuti studi banding ke Bandung, Jawa Barat. Kegiatan itu bakal berlangsung selama enam hari sejak Rabu (24/7) hingga Senin (29/7).
Keberangkatan mereka dalam rangka peningkatan kapasitas kepala desa (Kades).
Namun, sosialisasi kegiatan yang dikoordinasi dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) itu belum merata kepada 330 Kades.
Sosialisasi dilakukan di tiap kecamatan. Untuk kecamatan di wilayah daratan sudah melangsungkan sosialisasi tersebut.
Namun, untuk di wilayah kepulauan belum semua disampaikan oleh camat ke Kades.
Camat Kangayan Nurullah mengaku belum menyosialisasikan rencana kegiatan itu kepada sembilan Kades di wilayah kerjanya.
Meskipun, rencana kegiatan peningkatan kapasitas Kades tersebut sudah diketahui. ”Masih belum disampaikan ke Kades,” katanya.
Nurullah berjanji akan menyampaikan informasi itu kepada Kades. Hal itu penting untuk disampaikan karena kegiatannya membutuhkan anggaran tidak sedikit.
”Paling minggu depan akan kami sampaikan ke Kades. Karena saat ini para Kades kebanyakan belum ada di Kangayan,” ucapnya.
Nurullah menambahkan, jika mengacu pada wilayah daratan, sosialisasi di kecamatan memang melibatkan pihak DPMD.
Baca Juga: YouTuber Kacong Arye Divonis 1,5 Tahun dan Denda Rp 250 Juta dalam Kasus Pornografi
Sebab, mereka yang mengonsep kegiatannya. Namun untuk di wilayah kepulauan tidak mungkin, karena terkendala akses.
”Kalau libatkan DPMD tidak mungkin karena kejauhan. Jadi nanti pihak kecamatan dan desa saja,” imbuhnya.
Terpisah, Camat Masalembu Achmad Auzai Rahman mengaku sudah menyampaikan rencana kegiatan tersebut secara online dan offline kepada para Kades.
Dia mengawali pemberitahuan tersebut kepada para Kades karena membutuhkan anggaran.
Biaya studi banding itu ditanggung desa masing-masing. Setiap desa dibebani Rp 7,5 juta.
”Sudah kami sampaikan karena ini akan membutuhkan perubahan APBDes. Karena anggarannya lumayan besar,” katanya.
Menurut dia, perubahan APBDes memang perlu dilakukan. Sebab, kegiatannya tidak masuk ke penganggaran sebelumnya.
Apalagi ini bersifat mendadak. ”Jadi perlu adanya penyesuaian. Sudah kami sampaikan semua ke Kades,” imbuh Achmad Auzai Rahman. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti