SUMENEP, RadarMadura.id – Program beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu di Kabupaten Sumenep hingga kini belum dicairkan.
Dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A) beralasan masih dalam proses pembukaan rekening.
Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos P3A Sumenep Fajarisman menyampaikan, tahun ini ada 520 penerima.
Setiap penerima akan mendapatkan Rp 2.500.000. Bantuan tersebut hanya diberikan satu kali kepada penerima.
Menurutnya, program beasiswa dianggarkan setiap tahun. Tahun ini total anggarannya Rp 1,3 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Bantuan tersebut dicairkan melalui rekening masing-masing penerima.
”Saat ini para penerima masih dalam tahap pembukaan rekening di BPRS Bhakti Sumekar,” ujarnya Sabtu (6/7).
Fajar mengaku semua tahapan proses beasiswa sudah dilakukan. Termasuk verifikasi dan validasi (verval) data penerima. Verval dilakukan di kampus dan rumah calon penerima beasiswa.
Dia memastikan program tersebut tepat sasaran sesuai tujuan pemerintah untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu.
”Prosesnya sudah semua, insyaallah bulan ini sudah dicairkan,” ujarnya.
Anggota komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menilai, tahun depan anggaran program beasiswa mahasiswa harus dinaikkan. Sehingga, penerima manfaat semakin banyak.
”Yang paling penting penyalurannya harus diperhatikan agar penerima benar-benar mahasiswa dari kalangan yang tidak mampu. Artinya, jangan sampai salah sasaran,” imbaunya. (c1/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti