SUMENEP, RadarMadura.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak peningkatan perekonomian masyarakat.
Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak punya anggaran khusus untuk melaksanakan pelatihan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, jumlah pelaku UMKM di Kota Keris lebih 2.000. Setiap tahun jumlah pelaku UMKM di Sumenep terus bertambah.
Program pelatihan pada UMKM biasanya dilaksanakan setiap tahun. Namun, saat ini Ramli mengaku, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk melakukan program tersebut.
Meski demikian, dia mengeklaim tetap memperhatikan perkembangan pelaku UMKM.
”Salah satunya dengan memberikan mereka tempat untuk berjualan. Misalkan, setiap pemkab ada kegiatan, kami selalu melibatkan mereka,” terangnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, program pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM sangat penting.
Hal itu bertujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara berwirausaha dengan baik.
”Seperti cara melakukan pemasaran, itu kan penting untuk meningkatkan perkembangan UMKM,” tegasnya.
Selain itu, saat ini masih banyak pelaku UMKM yang gagap teknologi. Sehingga, produk yang dihasilkan tidak bisa terjual hingga ke pasar nasional.
Sementara konsumen sudah mulai beralih ke dunia digital. Untuk itu, dia menekankan agar anggaran program pelatihan disediakan. ”Itu sangat penting untuk kemajuan pelaku UMKM,” ujarnya. (c1/luq)
Editor : Ina Herdiyana